Banjarnegara (Humas) – Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan kemanusiaan melalui program Madtsansa Peduli Bencana. Pada Selasa (25/11), enam orang perwakilan madrasah berangkat menuju posko bencana Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara yang terpusat di KUA Kecamatan Pandanarum untuk menyerahkan bantuan bagi warga terdampak musibah di wilayah Situkung, Pandanarum.
Adapun keenam perwakilan tersebut terdiri atas Ikhsanudin, Linara, Yuniyati, Kasum, Fitriyanto, dan Yani Ismanto. Mereka membawa bantuan berupa donasi uang senilai Rp 7.500.000, hasil penggalangan dana yang melibatkan seluruh siswa serta Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTs Negeri 1 Banjarnegara.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bentuk kepedulian warga madrasah terhadap sesama, sekaligus pembelajaran nilai kemanusiaan bagi para siswa.
“Kami ingin menanamkan nilai gotong royong dan kepedulian sejak dini. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah seharusnya kita hadir memberi bantuan, berapa pun besarnya. Alhamdulillah, warga Madtsansa bergerak cepat dan antusias, sehingga terkumpul bantuan yang cukup signifikan untuk disalurkan,” ujar Yatiman.
Menurutnya, program Madtsansa Peduli bukan kali pertama dilakukan. Selama ini, MTsN 1 Banjarnegara secara rutin mengajak siswa untuk peka terhadap berbagai situasi kemanusiaan di sekitarnya.
“Kami ingin madrasah menjadi tempat lahirnya generasi yang berkarakter kuat, cerdas, dan empati tinggi. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi ladang amal bagi seluruh donatur,” tambahnya.
Setiba di posko bencana KUA Pandanarum, rombongan diterima langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Pandanarum, Tholib, beserta tim relawan. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan MTsN 1 Banjarnegara, Ikhsanudin.
Perwakilan rombongan, Ikhsanudin, menyampaikan rasa syukur karena dapat mewakili madrasah dalam kegiatan sosial ini.
“Kami datang membawa titipan amanah dari para siswa dan GTK MTsN 1 Banjarnegara. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga Situkung yang tengah berusaha bangkit setelah bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Yuniyati, salah satu perwakilan lain, menegaskan bahwa keterlibatan para guru dalam kegiatan ini bertujuan memberi teladan nyata bagi peserta didik.
“Anak-anak melihat bagaimana gurunya terlibat langsung, sehingga penanaman nilai kepedulian menjadi lebih nyata. Kami ingin mengajarkan bahwa berbagi tidak harus menunggu mampu, tetapi berangkat dari keikhlasan,” tutur Yuniyati.
Kepala KUA Kecamatan Pandanarum, Tholib, mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian keluarga besar MTsN 1 Banjarnegara. Ia menuturkan bahwa bantuan yang diterima akan dikelola secara transparan dan diarahkan untuk pembangunan fasilitas ibadah di wilayah Situkung.
“Kami sangat berterima kasih atas partisipasi Madtsansa. Dana yang terkumpul dari berbagai pihak, termasuk bantuan hari ini, akan kami manfaatkan untuk pembangunan tempat ibadah yang turut terdampak bencana. Ini insyaallah menjadi amal jariyah bagi semua donatur,” jelas Tholib.
Ia juga menambahkan bahwa warga Situkung saat ini tengah berusaha memulihkan kondisi pascabencana. Uluran tangan dari berbagai instansi dan masyarakat menjadi dukungan moral sekaligus materi yang sangat berarti.
“Semangat dan solidaritas seperti ini yang kami harapkan. Semoga hubungan baik antara Kemenag, madrasah, dan masyarakat terus terjaga,” imbuhnya.
Kegiatan penyerahan bantuan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan warga Situkung dan kelancaran proses pemulihan. Rombongan MTsN 1 Banjarnegara kemudian kembali ke madrasah dengan harapan bahwa aksi ini dapat menggerakkan lebih banyak pihak untuk peduli.
Program Madtsansa Peduli Bencana menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak hanya dapat dilakukan oleh lembaga besar, tetapi juga oleh komunitas pendidikan yang penuh semangat gotong royong. Dengan adanya kegiatan seperti ini, MTsN 1 Banjarnegara menegaskan peran aktifnya dalam membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia serta bermanfaat bagi masyarakat luas. (Fy/La)







