Banjarnegara (Humas) — Memaafkan orang yang pernah berbuat salah atau menyakiti hati bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan kelapangan dada, keikhlasan, dan kekuatan iman untuk benar-benar melepaskan luka. Karena itulah, sikap mudah memaafkan menjadi salah satu tanda orang bertakwa mereka yang mampu menahan amarah sekaligus menghadirkan kedamaian dalam hati.
Dalam suasana syahdu, diiringi rintik hujan dan udara dingin di Dusun Karangmagka, Desa Binangun, nilai-nilai ketakwaan disampaikan dengan penuh kehangatan. Meski cuaca kurang bersahabat, semangat warga tetap tinggi. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis (22/4/2026), di rumah Ibu Tuminah, RT 01 RW 02, dalam forum Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2).
Sinergi antara KUA Karangkobar dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) menghadirkan bimbingan keagamaan yang menyentuh langsung masyarakat.
Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Duwi Rohmah, menyampaikan materi “Menjaga Spirit Ramadan, Menjadi Orang Bertakwa” yang bersumber dari QS. Ali Imran ayat 133–135. Ia menegaskan, setelah Ramadan tujuan utama seorang muslim adalah menjaga kualitas ketakwaan.
“Puasa melatih kita menjadi orang bertakwa. Maka setelah Ramadan, semangat ibadah harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ungkapnya.
Ia merinci lima tanda orang bertakwa, yaitu: gemar berinfak dalam segala kondisi; mampu menahan amarah; mudah memaafkan kesalahan orang lain; senantiasa berbuat kebaikan (ihsan); serta segera bertaubat dan tidak mengulang dosa.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama dalam keluarga.
“Ukuran takwa bukan hanya pengetahuan, tetapi pengamalan. Sabar saat emosi, memaafkan pasangan, dan tidak menunda taubat adalah bentuk nyata ketakwaan,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Peserta yang mayoritas ibu-ibu tampak aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam menerapkan nilai-nilai keagamaan di rumah tangga.
Pendamping PKH, Wahyu Retnosari, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas keluarga penerima manfaat.
“Melalui P2K2, kami tidak hanya fokus pada pengetahuan umum, tetapi juga penguatan nilai keagamaan agar keluarga lebih kuat secara ilmu dan spiritual,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi nyata antara PKH dan KUA Karangkobar dalam menghadirkan bimbingan keagamaan yang membumi, guna membangun keluarga yang sejahtera serta kokoh dalam iman dan takwa.
(dr/azd)







