Banjarnegara (Humas) — Hujan deras mengguyur Dusun Gintung, Desa Binangun, Rabu siang (22/4/2026). Jalanan licin dan terjal tak menyurutkan langkah warga yang tetap bergegas menuju lokasi kegiatan. Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, semangat menuntut ilmu justru terasa semakin hangat. Dalam suasana sederhana di rumah Simbah Kartinem, pesan-pesan ketakwaan menggema, menghadirkan kekuatan baru bagi para peserta.
Sinergi antara Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karangkobar dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) kembali menghadirkan bimbingan keagamaan melalui forum Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Kegiatan ini menjadi ruang penguatan spiritual sekaligus sarana berbagi pengalaman bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Duwi Rohmah, menyampaikan materi bertema “Menjaga Spirit Ramadan, Menjadi Orang Bertakwa” yang bersumber dari QS. Ali Imran ayat 133–135.
Duwi menegaskan bahwa setelah Ramadan, tujuan utama seorang muslim adalah menjaga kualitas ketakwaan.
“Puasa melatih kita menjadi orang bertakwa. Maka setelah Ramadan, semangat ibadah jangan menurun, justru harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an telah memberikan gambaran jelas tentang ciri-ciri orang bertakwa.
“Ada lima tanda orang bertakwa yang perlu kita amalkan, yaitu gemar berinfak dalam segala kondisi, mampu menahan emosi, mudah memaafkan, senantiasa berbuat kebaikan, dan segera bertaubat ketika berbuat salah,” jelasnya.
Menurutnya, kelima nilai tersebut sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama dalam kehidupan keluarga.
“Ukuran takwa bukan hanya pada pengetahuan, tetapi pada pengamalan. Sabar saat emosi, memaafkan pasangan, dan tidak menunda taubat adalah bentuk nyata ketakwaan,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias. Peserta P2K2 yang mayoritas ibu-ibu tampak semangat mengikuti materi, aktif berdiskusi, serta berbagi pengalaman dalam menerapkan nilai-nilai keagamaan di dalam rumah tangga.
Sementara itu, Pendamping PKH, Wahyu Retnosari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas keluarga penerima manfaat.
“Melalui P2K2 ini, kami tidak hanya fokus pada peningkatan pengetahuan umum, tetapi juga penguatan nilai-nilai keagamaan. Harapannya, keluarga menjadi lebih kuat secara ilmu dan spiritual, sehingga mampu meraih kebahagiaan dunia dan akhirat,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara Pendamping PKH dan KUA Karangkobar dalam menghadirkan bimbingan keagamaan yang menyentuh langsung masyarakat. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dalam membangun keluarga yang tidak hanya sejahtera secara lahir, tetapi juga kokoh dalam iman dan takwa.







