Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya memperkuat ketahanan spiritual dan sosial masyarakat, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pagentan, Alfiana Nurhidayah, menjalin sinergi strategis dengan Kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memberikan penyuluhan keagamaan dan penguatan nilai-nilai keluarga di dua desa, yakni Babadan dan Kalitlaga. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (12/11/2025) dan menyasar para keluarga penerima manfaat (KPM) PKH sebagai peserta utama.
Penyuluhan ini merupakan bagian dari program integratif antara Kementerian Agama dan Kementerian Sosial yang bertujuan untuk membangun masyarakat yang tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Di Desa Babadan, kegiatan ini dilaksanakan bersama Noviatun Salamah selaku pendamping PKH setempat, sementara di Desa Kalitlaga, Gatot Aribowo turut mendampingi jalannya penyuluhan.
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh antusiasme. Para peserta yang mayoritas adalah ibu rumah tangga, tampak aktif mengikuti sesi demi sesi yang dikemas dalam bentuk ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta tanya jawab seputar isu-isu keagamaan, pendidikan anak, dan peran keluarga dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia.
Dalam penyampaiannya, Alfiana Nurhidayah menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter anak. “Keluarga adalah madrasah pertama bagi anak. Jika seorang ibu mampu menjadi teladan dalam akhlak dan ibadah, maka anak-anak akan tumbuh dengan nilai-nilai yang kuat dan positif,” ujarnya di hadapan para peserta penyuluhan di rumah salah satu warga penerima PKH Desa Babadan.

Senada dengan itu, Gatot Aribowo menambahkan bahwa pendekatan spiritual sangat penting dalam mendampingi keluarga penerima manfaat. “Pendampingan sosial tidak cukup hanya dengan bantuan materi. Kita juga perlu menyentuh aspek moral dan spiritual agar keluarga benar-benar berdaya dan mandiri,” jelasnya saat sesi penyuluhan di Kalitlaga.
Kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi bersama bagi para peserta untuk mengevaluasi peran mereka dalam keluarga dan masyarakat. Banyak peserta yang mengaku mendapatkan wawasan baru dan merasa lebih termotivasi untuk memperbaiki pola asuh anak serta memperkuat keharmonisan rumah tangga.
Noviatun Salamah, pendamping PKH Desa Babadan, menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran penyuluh agama. Sinergi ini sangat efektif untuk membangun kesadaran spiritual di kalangan KPM,” tuturnya.
Penyuluhan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor dapat memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat. Dengan menggabungkan pendekatan keagamaan dan sosial, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangkitkan semangat perubahan di tingkat keluarga.
KUA Pagentan berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan penyuluhan ke desa-desa lain di wilayah Kecamatan Pagentan. Harapannya, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat program sosial, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan sejahtera.
(an/ azd)







