Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan semakin aktif dalam menguatkan peran keluarga melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama Islam. Pada Rabu (8/10/2025), Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin melaksanakan kegiatan bimbingan penyuluhan (Bimluh) yang fokus pada pendidikan anak usia dini di Raudhatul Athfal (RA) Al Hidayah Larangan.
Bertempat di lingkungan RA Al Hidayah Larangan, kegiatan ini berhasil menghadirkan 20 orang wali siswa RA Al Hidayah Larangan. Tema yang diangkat sangat relevan dan mendalam, yaitu Anak Adalah Amanah: Menyemai Kasih, Menuai Masa Depan.
Dalam paparannya, M. Syaiful Abidin menekankan bahwa peran orang tua tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan materi, melainkan juga spiritual dan emosional. Ia mengajak para wali siswa untuk menyadari bahwa anak adalah karunia sekaligus titipan suci dari Allah Ta’ala.
“Anak adalah titipan dari Allah yang harus dijaga dengan sepenuh perhatian, kasih sayang, dan pendidikan yang benar,” tegas Syaiful Abidin, memberikan penekanan pada hakikat pengasuhan dalam perspektif Islam. Ia menguraikan pentingnya menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini, dimulai dari teladan yang dicontohkan oleh orang tua. Menurutnya, pondasi karakter yang kuat dan akhlak mulia akan terbentuk optimal jika didukung oleh sinergi antara lingkungan rumah dan lembaga pendidikan seperti RA.
Kepala RA Al Hidayah Larangan, Hidayat Dandi Pratama, menyambut baik inisiatif dari KUA Pagentan ini. Ia melihat kegiatan penyuluhan ini sebagai momentum penting untuk menyelaraskan visi dan misi pendidikan antara sekolah dan rumah. “Kami menyambut baik kegiatan bimbingan penyuluhan yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam kepada para wali siswa RA Al Hidayah Larangan. Anak adalah amanah yang dititipkan oleh Allah SWT, dan melalui kasih sayang serta pendidikan yang tepat, kita dapat menanamkan nilai-nilai luhur yang akan menjadi bekal mereka di masa depan,” ujar Hidayat Dandi Pratama.
Ia berharap, bekal pemahaman yang diperoleh para wali siswa ini dapat meningkatkan kualitas pengasuhan di rumah. “Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal yang bermakna dalam memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, orang tua, dan para penyuluh dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berdaya saing,” pungkasnya.
Kegiatan bimbingan penyuluhan ini berlangsung interaktif dan penuh keakraban. Para wali siswa antusias mengikuti sesi diskusi, mengajukan pertanyaan seputar tantangan dalam mendidik anak di era modern. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut untuk menciptakan lingkungan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah sebagai basis utama pembentukan generasi penerus bangsa yang unggul. (msa, azd)







