Menanam Kebaikan Sejak Dini: Penyuluh Agama Punggelan Ingatkan Peran Sentral Ibu sebagai Madrasah Pertama

Banjarnegara (Humas) — Dalam rangka memperkuat sinergi antara pendidikan formal dan pembinaan karakter anak sejak usia dini, Penyuluh Agama Kecamatan Punggelan, Syu’bi Nurdiyanti,  menggelar kegiatan pembinaan bersama para wali murid TK Pertiwi 2 Punggelan pada Jumat (15/8). Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan pentingnya peran orangtua terutama ibu sebagai madrasah pertama dalam kehidupan anak-anak mereka.

Dalam materinya, Syu’bi menyampaikan bahwa pendidikan akhlak dan nilai-nilai kebaikan tidak hanya dimulai di sekolah, tetapi justru berakar dari rumah. “Orangtua adalah guru pertama, teladan pertama, dan sumber cinta pertama bagi anak-anak. Jika kebaikan ditanam sejak dini, maka insyaAllah akan tumbuh karakter yang kuat dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Kegiatan ini diisi dengan tausiyah singkat dan diskusi interaktif. Syu’bi juga menyampaikan  kutipan Qur’an dan hadits tentang pentingnya mendidik anak dengan kasih sayang dan keteladanan. Salah satu hadits yang disampaikan berbunyi: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salah Satu guru TK Pertiwi 2 Punggelan, Laeli, menyambut baik kegiatan ini dan berharap agar para wali murid semakin sadar akan tanggung jawab spiritual mereka. “Kami ingin anak-anak tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki hati yang lembut dan perilaku yang baik. Itu semua dimulai dari rumah,” katanya.

Dengan semangat kolaborasi antara lembaga pendidikan dan penyuluh agama, Kecamatan Punggelan terus berupaya membangun generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak, berkarakter dan berkontribusi positif bagi masyarakat. (SNi, azd)