Banjarnegara (Humas) – Semarak kegiatan pembinaan Ramadan terasa hangat di MI Guppi 01 Diwek Karangkobar, Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar, Jumat (6/3/2026). Sebanyak 64 siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti kegiatan pembinaan Ramadan dengan penuh antusias dan semangat.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Karangkobar, yaitu Duwi Rohmah, Adib, dan Amat Zuhri. Para siswa mendapatkan materi seputar fikih puasa Ramadan sekaligus penguatan nilai-nilai keimanan yang disampaikan secara komunikatif dan interaktif sehingga mudah dipahami oleh para siswa.
Dalam penyampaiannya, Adib menjelaskan keutamaan bulan Ramadan sebagai bulan yang penuh keberkahan. Ia menyampaikan bahwa pada bulan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Selain itu, Ramadan juga memiliki malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
“Ramadan adalah bulan yang sangat mulia. Di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yang pahalanya lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, mari kita manfaatkan bulan ini dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan,” jelasnya. Ia juga mengingatkan para siswa agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak untuk hal-hal yang bermanfaat, terutama dalam mendukung proses belajar.
Sementara itu, Amat Zuhri menegaskan pentingnya menanamkan kebiasaan ibadah sejak dini. Ia menjelaskan bahwa anak yang belum baligh memang belum memiliki kewajiban berpuasa, namun jika sudah belajar dan berlatih berpuasa sejak kecil maka hal tersebut menjadi kebaikan yang besar.
“Anak yang belum baligh memang belum wajib puasa. Namun jika sejak kecil sudah belajar berpuasa, maka itu menjadi latihan yang baik dan bahkan menjadi pahala bagi orang tuanya,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Duwi Rohmah juga mengajak para siswa untuk mencintai ibadah sejak usia dini dan menanamkan tekad menjadi generasi shalih dan shalihah yang berakhlak mulia.
“Sejak kecil mari kita biasakan mencintai sholat, puasa, membaca Al-Qur’an, dan berbuat baik kepada sesama. Jika anak-anak sudah terbiasa beribadah sejak dini, insyaAllah akan tumbuh menjadi generasi yang kuat imannya serta selamat dunia dan akhirat,” tuturnya.
Untuk menambah semarak kegiatan, para penyuluh juga mengadakan kuis pengetahuan seputar puasa Ramadan. Para siswa tampak sangat antusias mengikuti setiap pertanyaan yang diajukan. Bagi siswa yang mampu menjawab dengan benar diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi.Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan secara khusyuk oleh seluruh peserta. Suasana yang penuh keceriaan dan semangat tersebut mencerminkan antusiasme para siswa dalam menyambut bulan suci Ramadan sekaligus menjadi langkah menanamkan nilai-nilai keimanan sejak dini. (dr/azd)
