Banjarnegara (Humas) – Samsul Chusen selaku Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Sigaluh melaksanakan tugas sebagai pemateri dalam kegiatan Pesantren Ramadan di Rutan kelas II B Banjarnegara sebagai aktualisasi perjanjian kerjasama perihal pembinaan keagamaan di rutan dengan Kemenag Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin – Kamis mulai (23/2-6/3/2026) dan melibatkan beberapa Penyuluh Agama Islam dari berbagai wilayah yang dekat dengan area Rutan. (4/3)
Pesantren Ramadan ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan keagamaan seperti ceramah keagamaan sebagai bentuk motivasi dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan dengan bermuhasabah diri, memperbanyak ibadah dengan momentum bulan Ramadan serta memperbaiki akhlak sesuai dengan ajaran Islam sebagai bekal kehidupan.
Pembelajaran tilawah Al Qur’an juga diberikan khusus dari pegawai KUA yang ahli dalam bidang tersebut. Dengan ruang tersendiri, para warga binaan belajar mengenai metode tilawah Qur’an dengan tujuan memperbaiki bacaan (tartil) sesuai tajwidnya. Selain itu juga diadakan BTQ (Baca Tulis Qur’an) dalam rangka melatih kemampuan membaca Al Qur’an dengan benar salah satunya tentang mahrijul huruf.
Dalam salah satu sesi ceramah keagamaan, Samsul Chusen menyampaikan materi dengan tema Kewajiban menuntut Ilmu dengan belajar Al Qur’an sebagai salah satu motivasi untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menuntut ilmu adalah perintah Allah SWT maka sebagai umat Islam untuk terus belajar sepanjang hayatnya. “Setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan merencanakan masa depan yang lebih baik karena menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Meskipun sedang menjalani masa pembinaan di rutan, semangat untuk belajar tidak boleh berhenti karena ilmu dapat menjadi jalan menuju perubahan yang lebih baik,” ujar Samsul Chusen.
Kegiatan Pesantren Ramadan ini disambut dengan antusias oleh warga binaan Rutan Kelas II B Banjarnegara. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan semangat hijrah, tumbuh harapan baru dalam diri warga binaan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal dalam membangun pribadi yang lebih baik, berakhlakul karimah serta siap kembali ke tengah-tengah masyarakat dengan semangat dan optimis.
(ef/azd)
