Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka meningkatkan pemahaman keislaman di kalangan ibu-ibu majelis taklim, Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, Alfiana Nurhidayah, hadir memberikan penyuluhan keagamaan pada kegiatan rutin Majelis Taklim ‘Aisyiyah Ranting Purbasana. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (15/12/2025) di Gedung Majelis Taklim ‘Aisyiyah Purbasana, Desa Kasmaran, Kecamatan Pagentan.
Dengan mengangkat tema “Menjadi Muslimah Tangguh di Era Modern: Menjaga Iman, Keluarga dan Lingkungan”, Alfiana menyampaikan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak dalam keluarga dan masyarakat, terutama di tengah tantangan zaman yang serba cepat dan digital.
“Seorang ibu adalah madrasah pertama. Maka, penting bagi ibu-ibu untuk memiliki pemahaman agama yang kuat agar mampu membimbing anak-anak dan menjaga keharmonisan rumah tangga,” ujar Alfiana dalam penyuluhannya.Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang ini dihadiri oleh puluhan anggota majelis taklim yang antusias mengikuti materi. Para peserta diajak memahami bagaimana menyeimbangkan peran sebagai istri, ibu, dan anggota masyarakat dengan tetap memegang nilai-nilai Islam.
Ketua Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Purbasana, Turiyah, memberikan apresiasi atas kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan.
“Kami merasa sangat senang dan tercerahkan. Materi yang disampaikan menyentuh peran perempuan dengan sangat relevan dan aplikatif. Semoga bisa menjadi penyemangat untuk anggota ‘Aisyiyah terus belajar dan berkarya,” ungkapnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan tanya jawab dan diskusi ringan terkait tantangan keagamaan di lingkungan keluarga dan sosial. Penyuluhan ini diharapkan mampu memberikan pencerahan sekaligus penguatan mental spiritual bagi para ibu agar tetap istiqamah dalam menjalankan peran.
Mariah, salah satu anggota majelis, menambahkan, “kegiatan seperti ini sangat kami butuhkan. Kami berharap penyuluh dari KUA bisa hadir rutin agar kami selalu mendapatkan ilmu dan motivasi,” ucapnya penuh semangat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan rencana tindak lanjut kegiatan keagamaan. Kolaborasi antara KUA Pagentan dan majelis taklim ini menjadi salah satu upaya nyata dalam membangun masyarakat yang religius dan tangguh dari akar rumput.
(an/azd)







