Sinergi Kesehatan dan Keagamaan: Penyuluh Agama Alfiana Nurhidayah Berikan Penyuluhan Bermakna untuk Kader Kesehatan

Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya memperkuat sinergi antara keagamaan dan kesehatan masyarakat, Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, Alfiana Nurhidayah, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi masyarakat melalui penyuluhan keagamaan. Kali ini, kegiatan penyuluhan dilaksanakan bersama para kader kesehatan Desa Gumingsir pada Senin, 14 Desember 2025 bertempat di Balai Kader Kesehatan Desa.

Dengan mengangkat tema “Menjaga Kesehatan Jiwa dan Raga dalam Bingkai Spiritualitas Islam”, Alfiana memberikan materi yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan bukan hanya secara fisik, tetapi juga dari sisi ruhani. Ia mengajak para kader untuk menjadikan agama sebagai landasan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan penuh kasih, sabar, dan niat ibadah.

“Islam sangat memperhatikan aspek kesehatan. Menjaga tubuh agar tetap sehat adalah bagian dari ibadah. Dan para kader kesehatan adalah ujung tombak dalam menjaga kualitas hidup masyarakat. Jika niatnya lillah, maka setiap langkah akan bernilai pahala,” tutur Alfiana dalam penyampaiannya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bidan Desa Gumingsir, Erlina Fiji Hartati, yang menyambut baik kolaborasi ini.  

“Pendekatan spiritual sangat penting dalam edukasi kesehatan. Kami sangat terbantu dengan kehadiran Ibu Penyuluh karena mampu menyentuh sisi hati masyarakat,” ujar Erlina.

Alfiana juga memberikan motivasi agar para kader tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga mampu menjadi contoh akhlak baik di tengah masyarakat. Ia menambahkan bahwa dalam Islam, menjaga kesehatan adalah bagian dari amanah Allah.

Salah satu kader kesehatan, Fika, menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan ini.  

“Kami jadi lebih semangat setelah mendapatkan siraman rohani. Ternyata pekerjaan kami bisa menjadi ladang amal jika dilakukan dengan niat yang benar,” ucapnya.

Acara berlangsung hangat, diselingi dengan diskusi interaktif dan tanya jawab. Di akhir kegiatan, para peserta diajak untuk membangun komitmen menjadi kader yang tidak hanya sigap secara fisik, tetapi juga tangguh secara mental dan spiritual. Penyuluhan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara agama dan kesehatan mampu menghadirkan solusi menyeluruh untuk kebaikan masyarakat.

(an/ azd)

Skip to content