Menguatkan Spirit Ramadan di Ruang Pelayanan: Kajian Fikih Puasa dan Etika Layanan Warnai Puskesmas Mandiraja 2

Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja mengisi kegiatan kajian rutin di Puskesmas Mandiraja 2. Kegiatan ini dilaksanakan selama bulan Ramadan dengan mengangkat tema “Fikih Puasa dan Etika Pelayanan bagi Petugas Kesehatan di Bulan Suci Ramadan.” (23/2/2026)

Kajian tersebut diikuti oleh dokter, perawat, bidan, serta seluruh staf dan tenaga kesehatan sebagai bagian dari pembinaan rohani sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman dasar fikih puasa, hal-hal yang membatalkan dan tidak membatalkan puasa dalam konteks pelayanan kesehatan, serta pentingnya menjaga niat, akhlak, dan profesionalisme selama bertugas di bulan Ramadan.

Dalam penyampaiannya, Penyuluh Agama Islam Mandiraja, Hendriyanto, menekankan bahwa bulan Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan ibadah personal, tetapi juga memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Puasa bukan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan. Justru di bulan Ramadan, setiap bentuk pelayanan kepada pasien dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan ikhlas, sabar, dan penuh empati,” ujar Hendriyanto.

Ia juga menjelaskan beberapa persoalan fikih yang sering ditanyakan oleh tenaga kesehatan, seperti hukum menyuntik pasien, memasang infus, maupun tindakan medis lainnya saat berpuasa, sehingga para petugas dapat bekerja dengan tenang tanpa keraguan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Puskesmas Mandiraja 2, Eko Prakosa, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kajian rutin tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan yang diberikan. Kajian ini sangat bermanfaat untuk menambah pemahaman agama sekaligus memotivasi kami agar tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat meskipun dalam kondisi berpuasa,” ungkap Eko Prakosa.

Sementara itu, dr. Niatasa Mumtaz selaku dokter di Puskesmas Mandiraja 2 juga menyambut baik kegiatan tersebut.

“Kajian ini memberikan ketenangan bagi tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas medis saat berpuasa. Penjelasan fikih yang disampaikan sangat aplikatif dan sesuai dengan kondisi pelayanan kesehatan di lapangan,” tuturnya.

Melalui kegiatan kajian Ramadan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara penyuluh agama dan tenaga kesehatan dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, humanis, dan bernilai ibadah di bulan suci Ramadan.