Banjarnegara (Humas) – Kelompok lansia di ILP Posyandu Budi Kasiroh I, Desa Pingit, Kecamatan Rakit, mendapatkan bimbingan dan penyuluhan agama yang menyentuh hati. Pada hari Kamis, (11/9), Endah Widyawati, seorang Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, hadir untuk memberikan pencerahan dengan tema “Usia Senja Lebih Lapang Dada.”
Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan pemahaman spiritual kepada para lansia agar bisa menghadapi masa tua dengan lebih ikhlas, damai, dan penuh rasa syukur. Endah Widyawati menekankan bahwa usia senja bukanlah akhir dari segalanya, melainkan fase kehidupan yang penuh makna dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Dalam materinya, Endah menyampaikan bahwa kunci kebahagiaan di usia lanjut adalah keikhlasan dan penerimaan diri. Ia mengajak para lansia untuk tidak meratapi masa lalu, melainkan fokus pada ibadah, silaturahmi, dan aktivitas positif lainnya.
“Masa tua itu ibarat panen. Jika dulu kita menanam kebaikan, sekaranglah saatnya kita memetik pahala,” ujar Endah dengan penuh semangat. Ia juga menambahkan, “Lapang dada itu artinya kita bisa menerima segala takdir yang Allah berikan. Sakit, keterbatasan, atau kehilangan, semua itu adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus kita jalani dengan penuh kesabaran.”
Penyuluhan ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dari para peserta. Banyak dari mereka yang merasa terinspirasi dan mendapatkan ketenangan batin. Ketua TP PKK Desa Pingit, Nurcahyati, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran Bu Endah. “Materi yang disampaikan sangat menyentuh. Kami jadi lebih semangat beribadah dan tidak lagi merasa kesepian,” katanya.
Di akhir acara, Endah berpesan agar para lansia senantiasa menjaga kesehatan, baik fisik maupun rohani. Ia mengajak mereka untuk rutin berzikir, membaca Al-Qur’an, dan tetap aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat. Dengan begitu, masa tua akan menjadi lebih berkualitas dan dipenuhi kebahagiaan. (ars, azd)







