Banjarnegara – MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar kegiatan World Cleanup Day (WCD) pada Sabtu pagi. Aksi tahunan ini diikuti sekitar 600 peserta yang terdiri atas seluruh siswa dari kelas 1 hingga 6, dewan guru, staf tata usaha, dan tenaga kependidikan lainnya.(19/9)
Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan apel pembukaan di halaman madrasah. Dalam sambutannya, Rina coordinator Adiwiyata mewakili Kepala Madrasah menekankan pentingnya membentuk kebiasaan menjaga kebersihan sejak dini. “Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan kewajiban seluruh warga sekolah. Melalui World Cleanup Day, kita semua belajar mempraktikkan cinta lingkungan dalam tindakan nyata,” ujarnya penuh semangat.
Setelah apel, seluruh peserta melaksanakan aksi bersih lingkungan secara serentak. Area yang menjadi fokus pembersihan meliputi ruang kelas, halaman madrasah, kebun, toilet, hingga lingkungan sekitar sekolah. Agar kegiatan berjalan tertib, Koordinator Kebersihan, Rina, telah menyiapkan pembagian tugas yang rapi. Setiap kelompok siswa dipandu guru pendamping masing-masing untuk memastikan setiap sudut madrasah terjaga kebersihannya.
Para siswa terlihat antusias membawa perlengkapan kebersihan seperti sapu, kantong sampah, pengki, dan sarung tangan. Suasana kekompakan terasa ketika kelompok-kelompok kecil saling bekerja sama membersihkan area yang telah ditentukan.
Ketua Tim Adiwiyata MIFABARA, Ning, memberikan apresiasi atas semangat seluruh peserta. “Kegiatan WCD ini bukan sekadar gerakan sesaat, tetapi langkah nyata menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini. Dengan partisipasi lebih dari enam ratus warga madrasah, kita menunjukkan bahwa kebersihan adalah budaya bersama yang harus terus dilestarikan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan semacam ini sejalan dengan program Adiwiyata yang menekankan pentingnya lingkungan sehat dan pembelajaran berbasis aksi nyata.
Menjelang siang, kegiatan ditutup dengan sesi refleksi singkat. Beberapa siswa menyampaikan kesan mereka, antara lain merasa senang karena bisa bekerja sama membersihkan sekolah sekaligus belajar mencintai lingkungan. Guru pendamping menegaskan kembali pentingnya kebersihan sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya ketika ada kegiatan khusus seperti WCD.
Dengan suksesnya pelaksanaan WCD, pihak madrasah berharap semangat menjaga kebersihan dapat terus dibawa para siswa ke rumah dan lingkungan sekitar. Upaya ini diharapkan menjadi langkah kecil namun berarti untuk menciptakan generasi muda yang peduli lingkungan dan mampu menjadi teladan di masyarakat. (nas)







