MIFABARA Gelar Doa Bersama dan Ziarah dalam Rangka Haul Mbah Fattah

Banjarnegara –  Keluarga besar MIFABARA menggelar doa bersama dan ziarah dalam rangka memperingati Haul Mbah Fattah, pendiri Pondok Pesantren Al Fatah Banjarnegara. Kegiatan berlangsung dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang menjadi bagian penting dalam sejarah berdirinya dan berkembangnya lembaga Al Fatah.(3/10)

Sebagai madrasah yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Al Fatah, MIFABARA memiliki ikatan yang erat dengan perjuangan para pendahulu. Mbah Fattah merupakan salah satu tokoh besar yang meletakkan dasar perjuangan pendidikan dan dakwah yang hingga kini terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama. Seluruh keluarga besar MIFABARA memanjatkan doa untuk Mbah Fattah dan para pendahulu yang telah berjuang dalam mengembangkan pendidikan Islam. Suasana penuh kekhusyukan kemudian berlanjut dengan ziarah makam sebagai bentuk penghormatan sekaligus sarana mengambil keteladanan dari perjalanan perjuangan beliau.

Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, yang merupakan salah satu buyut dari Mbah Fattah, menyampaikan bahwa haul bukan sekadar kegiatan untuk mengenang sosok yang telah mendahului, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali mengingat nilai perjuangan yang telah diwariskan.

“Bagi kami, mengenang Mbah Fattah bukan hanya mengenang seorang pendahulu, tetapi juga mengingat kembali perjuangan dan amanah yang beliau tinggalkan. Apa yang kita rasakan dan jalankan di lingkungan Al Fatah hari ini tidak lepas dari perjuangan beliau dan para pendahulu. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menjaga, merawat, dan meneruskan perjuangan tersebut melalui pendidikan dan kebaikan,” tutur beliau.

Lebih lanjut, beliau berharap generasi MIFABARA dapat mengenal sejarah lembaganya dan mengambil keteladanan dari para tokoh yang telah mendahului.

“Semoga anak-anak kita tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga memiliki rasa hormat kepada para ulama dan pendahulu. Mudah-mudahan mereka kelak menjadi generasi yang mampu meneruskan kebaikan, menjaga nama baik lembaga, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” lanjutnya.

Bagi peserta didik, kegiatan ziarah juga menjadi pembelajaran bermakna. Mereka dikenalkan bahwa pendidikan yang mereka jalani hari ini memiliki sejarah panjang dan dibangun melalui perjuangan, doa, keikhlasan, serta pengorbanan para pendahulu.

Dari jejak perjuangan Mbah Fattah, tumbuh generasi Al Fatah hari ini. Semoga setiap ilmu yang diajarkan, setiap kebaikan yang dilakukan, dan setiap generasi yang lahir dari lembaga ini menjadi bagian dari amal jariyah yang terus mengalir.(nas)