Banjarnegara – Semangat literasi di Banjarnegara semakin berkobar dengan diserahkannya buku antologi puisi “Mimpi Milik Kita: Jendela Puisi Untuk Generasi Emas”, oleh siswa-siswi Kelas FDS Riset MTsN 2 Banjarnegara kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Banjarnegara. Penyerahan ini secara resmi menambah koleksi khazanah sastra daerah, sekaligus menjadi bukti nyata kreativitas generasi muda madrasah.
Acara serah terima yang berlangsung hangat di kantor Disarpus ini dihadiri oleh Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs N 2 Banjarnegara, Bapak Wangid Sunandar, didampingi guru pembimbing, serta perwakilan siswa penyusun buku. Dari pihak Disarpus, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Bapak Arif Rahman, beserta jajarannya menyambut dengan antusias karya perdana siswa-siswi ini.
Wangid Sunandar dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas capaian anak didiknya. “Penyerahan buku Mimpi Milik Kita: Jendela Puisi Untuk Generasi Emas”, ini merupakan wujud nyata dari upaya kami di MTs N 2 Banjarnegara untuk tidak hanya mencetak generasi yang cerdas ilmu agama dan umum, tetapi juga kaya literasi. Kami berharap buku ini dapat menginspirasi lebih banyak lagi anak muda untuk berani berekspresi melalui tulisan,” ujarnya.
Buku “Mimpi Milik Kita: Jendela Puisi Untuk Generasi Emas”, sendiri merupakan kumpulan puisi hasil karya orisinal siswa-siswi Kelas FDS Riset yang telah melalui proses bimbingan intensif. Puisi-puisi tersebut mengeksplorasi beragam tema dengan gaya bahasa yang segar dan penuh makna, mencerminkan sudut pandang dan pengalaman hidup remaja.
Bapak Arif Rahman menyambut baik kehadiran buku ini. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif MTs N 2 Banjarnegara. Kehadiran “Mimpi Milik Kita : Jendela Puisi Untuk Generasi Emas”, di Disarpus tidak hanya memperkaya koleksi kami, tetapi juga menjadi bukti bahwa potensi sastra di kalangan pelajar Banjarnegara sangat besar. Buku ini akan kami tempatkan di bagian koleksi khusus penulis lokal, agar mudah diakses oleh masyarakat dan menjadi motivasi bagi pelajar lainnya,” jelasnya.
Penyerahan buku ini diharapkan menjadi jembatan kolaborasi yang lebih erat antara institusi pendidikan dan Disarpus dalam mengembangkan budaya literasi di Banjarnegara. Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan ada lebih banyak karya-karya lain dari pelajar Banjarnegara yang juga turut memperkaya perpustakaan daerah.(ew)
