MIN 2 Banjarnegara Lakukan Studi Tiru Program Adiwiyata dan PJAS di MTs Negeri 1 Banjarnegara

Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menjadi rujukan madrasah lain dalam implementasi program Sekolah Adiwiyata dan Pangan Jajan Anak Sekolah (PJAS) Aman. Hal ini terbukti dengan kunjungan studi tiru dari MIN 2 Banjarnegara yang dilaksanakan pada Sabtu, (13/9) di masjid MTsN 1 Banjarnegara. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, dihadiri oleh kepala madrasah, guru, dan tim Adiwiyata serta PJAS dari kedua satuan pendidikan.

Acara dibuka oleh MC Novia, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Umi Mahmudah dan doa oleh Bapak Abdul Majid. Kepala MTsN 1 Banjarnegara, H. Yatiman, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Madtsansa sebagai tempat berbagi pengalaman.

“Kami merasa bangga karena MTsN 1 Banjarnegara dipercaya sebagai tempat studi tiru. Program Adiwiyata dan PJAS Aman bukan hanya sekadar label, tetapi sudah menjadi budaya yang dijalankan oleh seluruh warga madrasah. Kami berharap pengalaman ini dapat menginspirasi MIN 2 Banjarnegara dalam mengembangkan program serupa di satuan pendidikan mereka,” ungkap H. Yatiman.

Kepala MIN 2 Banjarnegara, Mohamad Ali Imron,  juga memberikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan.

“Kami datang dengan niat untuk belajar. MTsN 1 Banjarnegara sudah menjadi salah satu madrasah rujukan di Banjarnegara, terutama dalam program Adiwiyata tingkat provinsi dan PJAS Aman. Harapan kami, hasil dari studi tiru ini bisa kami terapkan di madrasah kami demi menciptakan lingkungan belajar yang sehat, bersih, dan aman bagi siswa,” ujar Ali Imron.

Sesi utama diisi dengan pemaparan profil Madtsansa sebagai Sekolah Adiwiyata Provinsi oleh Yuniyati, Wakil Kepala Urusan Kurikulum sekaligus koordinator program Adiwiyata. Dalam presentasinya, Yuniyati menjelaskan bahwa kunci sukses Madtsansa menjadi Sekolah Adiwiyata terletak pada integrasi pendidikan lingkungan ke dalam dokumen kurikulum, RPP, serta pelibatan semua pihak.

“Kami selalu menekankan pentingnya EDS dan kajian IPMLH untuk mengidentifikasi potensi serta masalah lingkungan. Semua unsur madrasah terlibat aktif, mulai dari guru, siswa, hingga komite dan orang tua. Kegiatan seperti pengelolaan sampah berbasis 3R, konservasi air dan energi, hingga penanaman pohon kami lakukan secara berkelanjutan,” jelas Yuniyati.

Sementara itu, pemaparan mengenai PJAS Aman disampaikan oleh Nurwachidin Supriyatno. Ia memaparkan bagaimana Madtsansa menjamin kualitas pangan yang dijajakan di lingkungan madrasah melalui kerja sama dengan Puskesmas dan BPOM.

“Kami memiliki tim pemeriksa kantin yang rutin memantau kebersihan dan keamanan makanan. Semua pedagang kantin diwajibkan mengikuti sosialisasi dan memenuhi standar kesehatan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan peserta didik dan mendukung proses belajar yang optimal,” terang Nurwachidin.

Setelah pemaparan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Guru-guru MIN 2 Banjarnegara aktif menyampaikan pertanyaan seputar teknis pelaksanaan, monitoring, hingga pelaporan program. Salah satu guru MIN 2, Rosikhun, mengaku mendapat banyak inspirasi dari kegiatan ini.

“Banyak hal yang bisa kami adopsi dari Madtsansa, terutama dalam hal pemberdayaan kader Adiwiyata di kalangan siswa. Kami juga tertarik dengan cara Madtsansa melakukan publikasi kegiatan lingkungan melalui media sosial agar lebih berdampak luas,” ujarnya antusias.

Kegiatan diakhiri dengan penutup dan survei lapangan, di mana rombongan MIN 2 berkeliling melihat secara langsung sarana prasarana pendukung Adiwiyata dan PJAS Aman seperti kebun sekolah, pengelolaan sampah, serta kantin sehat.

Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara kedua madrasah untuk mewujudkan sekolah yang ramah lingkungan dan sehat. MTsN 1 Banjarnegara berkomitmen untuk terus menjadi pusat belajar bagi madrasah lain yang ingin mengembangkan program Adiwiyata dan PJAS Aman, demi terciptanya generasi sehat, cerdas, dan peduli lingkungan. (Fy/La)

Skip to content