Banjarnegara (Humas) – Sebuah momen bersejarah terjadi di Puskesmas Rakit 2. Kepala Puskesmas Rakit 2, Nuruddin AG, bersama Penyuluh Agama Islam perwakilan KUA Rakit, Fatma Kurnianingsih, secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang menandai sinergi strategis antara dua instansi penting: Puskesmas dan KUA. (8/8)
Yang menjadikan penandatanganan ini istimewa bukan hanya karena lingkup kerjasamanya yang luas, tetapi juga karena komitmen keduanya yang tak biasa, kerja sama ini disepakati akan berlangsung selamanya, selama kedua instansi belum dibubarkan oleh negara. “Ini bukan MoU sementara. Ini adalah komitmen abadi. Selama KUA dan Puskesmas masih ada, maka sinergi ini akan terus hidup dan saling menguatkan,” ungkap Nuruddin AG dengan penuh semangat.
Kesepakatan ini membuka jalan bagi pelayanan yang lebih komprehensif, memadukan pendekatan medis dan spiritual demi kesejahteraan masyarakat. KUA Rakit akan memberikan bimbingan rohani dalam berbagai kegiatan kesehatan di bawah Puskesmas Rakit 2, seperti penyuluhan pencegahan stunting, layanan pasien rawat jalan, persalinan, kelas ibu hamil, menyusui, balita, lansia, hingga kegiatan posyandu dan Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis).
Tak hanya itu, Puskesmas Rakit 2 juga akan mendukung program KUA, salah satunya dalam bimbingan calon pengantin, dengan menghadirkan tenaga kesehatan sebagai pengisi materi dalam kelas Bimbingan Perkawinan. Kerja sama ini diyakini sebagai fondasi kuat untuk membangun pelayanan publik yang tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga seimbang secara ruhani. MoU ini bukan hanya dokumen, melainkan tonggak sejarah — simbol dari komitmen jangka panjang dua lembaga negara yang hadir untuk melayani masyarakat secara utuh. (i/azd)
