Banjarnegara (Humas) – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) setelah ditetapkan sebagai salah satu sekolah penerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/187 Tahun 2025 tentang Sekolah Adiwiyata Provinsi yang diumumkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah pada 11 September 2025.
Keberhasilan ini menegaskan komitmen Madtsansa dalam mengembangkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Kepala MTsN 1 Banjarnegara, H. Yatiman, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian ini.
“Alhamdulillah, pencapaian ini adalah buah kerja keras seluruh warga Madtsansa. Predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi 2025 menjadi pengakuan atas usaha kami mewujudkan madrasah yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan. Saya mengapresiasi kerja sama guru, siswa, komite sekolah, serta dukungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjarnegara,” ujar H. Yatiman.
Lebih lanjut, H. Yatiman menyatakan bahwa penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah yang lebih besar.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas lingkungan madrasah, memperkuat program-program berbasis pelestarian lingkungan, serta mempersiapkan diri menuju penilaian Sekolah Adiwiyata Nasional pada tahun 2026 mendatang,” tambahnya.
Kesuksesan Madtsansa tidak terlepas dari peran pendampingan yang diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjarnegara. Oyon, selaku konsultan Sekolah Adiwiyata, menuturkan bahwa Madtsansa menunjukkan kemajuan signifikan dalam implementasi program lingkungan.
“Madtsansa adalah salah satu sekolah yang sangat responsif terhadap pendampingan yang kami lakukan. Mereka mampu memenuhi 4 komponen utama Adiwiyata: kebijakan berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan partisipatif, dan pengelolaan sarana prasarana ramah lingkungan. Semua itu dicapai dengan kerja sama yang baik dari seluruh warga sekolah,” jelas Oyon.
Ia juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Banjarnegara untuk ikut serta dalam gerakan sekolah berbudaya lingkungan.
Ketua Tim Adiwiyata Madtsansa, Nur Wachidin Supriyatno, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari sinergi semua pihak.
“Kami memulai proses penilaian ini dengan melakukan evaluasi diri, memperbaiki dokumen kebijakan sekolah, memperkuat muatan lingkungan dalam kurikulum, serta menggerakkan siswa untuk aktif dalam program kebersihan, bank sampah, dan penghijauan. Kami juga rutin berkoordinasi dengan DLH untuk memastikan standar terpenuhi,” jelasnya.
Nurwachidin menambahkan bahwa tantangan terbesar adalah membangun kesadaran semua warga sekolah agar peduli terhadap lingkungan. Namun, berkat pendekatan partisipatif, kesadaran tersebut kini semakin kuat.
Salah satu kader Adiwiyata Madtsansa, Daud Amar Faozan, menyampaikan rasa bangganya bisa terlibat dalam gerakan ini.
“Saya senang bisa ikut berkontribusi dalam program Adiwiyata. Kegiatan seperti memilah sampah, membuat kompos, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah membuat saya lebih sadar akan pentingnya menjaga bumi. Semoga kami bisa menjadi contoh bagi teman-teman yang lain,” ujar Daud.
Dengan ditetapkannya MTsN 1 Banjarnegara sebagai Sekolah Adiwiyata Provinsi 2025, diharapkan semangat peduli lingkungan semakin tumbuh tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga terbawa hingga ke rumah dan masyarakat sekitar.
Ke depan, Madtsansa berkomitmen melanjutkan inovasi dan penguatan program lingkungan. Dukungan dari semua pihak menjadi kunci agar madrasah ini dapat melangkah lebih jauh menuju penghargaan Sekolah Adi wiyata Nasional. (Fy/La)







