Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara sukses menjadi Titik Lokasi (TiLok) pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 untuk jenjang MTs/SMP. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (11/9) dan diikuti oleh peserta dari berbagai madrasah di Kabupaten Banjarnegara. Pelaksanaan OMI di MTs Negeri 1 Banjarnegara meliputi tiga bidang studi, yakni Matematika, IPA, dan IPS yang terbagi dalam empat sesi mulai pukul 07.30 hingga 17.30 WIB.
Sebagai TiLok, MTs Negeri 1 Banjarnegara menyiapkan sarana dan prasarana terbaik untuk memastikan pelaksanaan OMI berjalan lancar. Panitia lokal yang dibentuk berdasarkan SK Kepala Madrasah Nomor 2127 Tahun 2025 telah bekerja sama dengan maksimal. Tim teknisi memastikan jaringan internet stabil, ruang ujian nyaman, serta perangkat komputer siap digunakan para peserta.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini.
“Menjadi titik lokasi OMI bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar. Alhamdulillah, seluruh sesi pelaksanaan berjalan dengan lancar, tertib, dan tanpa kendala berarti. Ini semua berkat kerja sama panitia, guru, dan dukungan Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara,” ungkapnya.
H. Yatiman menambahkan bahwa keberhasilan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran karakter bagi para siswa.
“Anak-anak kami yang menjadi peserta dan juga panitia pembantu belajar banyak hal, mulai dari disiplin waktu, kerja sama tim, hingga pentingnya menjaga integritas akademik. Kami berharap hasil terbaik dapat diraih oleh para duta OMI MTs Negeri 1 Banjarnegara sehingga bisa melaju ke tingkat provinsi,” tambahnya.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, H. Karyono dalam kunjungan monitoring dan evaluasi juga memberikan apresiasi khusus atas kesiapan MTs Negeri 1 Banjarnegara sebagai TiLok.
“Kami memilih MTs Negeri 1 Banjarnegara karena sarana dan prasarananya sudah sangat mendukung, mulai dari laboratorium komputer, akses internet, hingga kapasitas ruang ujian yang memadai. Hari ini kami melihat langsung prosesnya, dan saya mengapresiasi kedisiplinan panitia serta peserta. Semoga ini menjadi contoh bagi madrasah lain,” ujarnya.
Senada dengan itu, pengawas MTs MA Kabupaten Banjarnegara, Hj. Nur Farida, menilai pelaksanaan OMI tahun ini jauh lebih tertib dan profesional.
“Panitia lokal di MTs Negeri 1 Banjarnegara benar-benar sigap. Proktor dan teknisi selalu siaga jika ada kendala, sehingga peserta merasa nyaman. Suasana kompetisi juga kondusif, mendukung para peserta untuk fokus mengerjakan soal,” katanya.
Ketua Panitia Pelaksana, Ikhsanudin, mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan jauh-jauh hari.
“Sejak awal Agustus, kami sudah mulai mempersiapkan segala kebutuhan. Mulai dari memastikan perangkat komputer, melakukan uji coba jaringan, hingga menyiapkan jadwal sesi sesuai ketentuan pusat. Hari ini, semua berjalan sesuai rencana. Kami juga berterima kasih kepada semua guru yang membantu, serta tim konsumsi yang memastikan peserta mendapatkan snack dan minuman pada waktunya,” jelas Ikhsanudin.
Ia menambahkan, selain sukses teknis, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antar-madrasah.
“OMI bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga ajang kolaborasi. Kami senang bisa menjadi tuan rumah dan mendukung semangat berkompetisi yang sehat,” imbuhnya.
Kegiatan OMI diakhiri dengan evaluasi internal oleh panitia lokal. Hasil evaluasi menyatakan bahwa tidak ada kendala teknis berarti selama ujian berlangsung. Peserta pulang dengan tertib, dan semua data hasil ujian berhasil terkirim ke server pusat tepat waktu.
Dengan keberhasilan ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara semakin mantap menjadi salah satu madrasah unggulan di Banjarnegara yang mampu menjadi pelaksana kegiatan berskala kabupaten. Dukungan dari pihak Kemenag dan komitmen seluruh panitia menjadi kunci keberhasilan acara. Masyarakat madrasah pun berharap para duta OMI yang mewakili MTs Negeri 1 Banjarnegara dapat meraih hasil terbaik dan mengharumkan nama madrasah di tingkat provinsi bahkan nasional. (Fy/La)







