MTsN 1 Banjarnegara Ikuti Wawancara dan Verifikasi Lapangan Lomba PJAS Aman Nasional 2025 Secara Virtual

Banjarnegara – MTs Negeri 1 Banjarnegara menjadi salah satu dari 14 sekolah tingkat SMP/MTs yang berhasil lolos ke tahapan wawancara dan verifikasi lapangan Lomba Sekolah dengan PJAS Aman tingkat nasional tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 24 Juli 2025.

Kegiatan wawancara dan verifikasi ini merupakan tahapan lanjutan dari seleksi dokumen yang telah dilakukan sebelumnya, di mana MTsN 1 Banjarnegara dinyatakan memenuhi kriteria nilai di atas 90 untuk wilayah barat. Tahapan ini bertujuan untuk memverifikasi secara langsung implementasi Program Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) serta memastikan inovasi dan kualitas lingkungan sekolah yang mendukung program tersebut.

Acara virtual ini diikuti oleh berbagai pihak penting di lingkungan Kabupaten Banjarnegara, termasuk pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kankemenag , Kadindikpora, Forkopimda, Forkompincam, Dinas Kesehatan, Dinas Perlindungan Anak, Puskesmas, serta pengawas MTs/MA,  Hadir pula tim verifikasi dari BPOM Semarang sebagai pendamping proses seleksi nasional ini.

Dalam sambutannya, perwakilan BPOM yang mendampingi pelaksanaan wawancara, menyatakan apresiasi terhadap komitmen MTsN 1 Banjarnegara dalam menerapkan program PJAS secara menyeluruh dan inovatif.

“Kami melihat adanya konsistensi yang kuat dalam pelaksanaan program PJAS di Madrasah ini. Tidak hanya sekadar memenuhi indikator, tapi ada semangat kolaboratif dan edukatif yang sangat baik,” ujar perwakilan BPOM tersebut.

Kepala MTsN 1 Banjarnegara, Yatiman, turut menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada madrasah yang dipimpinnya.

“Kami merasa terhormat menjadi salah satu sekolah yang lolos ke tahap nasional. Ini adalah hasil kerja keras seluruh warga madrasah, dukungan dari para orang tua, dan tentu sinergi yang luar biasa dengan instansi terkait seperti Puskesmas dan Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Yatiman juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan wawancara dan verifikasi secara daring ini, pihak madrasah telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung seperti resume presentasi, video lingkungan sekolah, serta video khusus kantin yang menunjukkan bagaimana pengelolaan makanan dan kebersihan dilakukan sesuai standar keamanan pangan.

Sementara itu, Ketua Tim TKPS (Tim Keamanan Pangan Sekolah) MTsN 1 Banjarnegara, Nurwachidin Supriyatno, menegaskan bahwa madrasah telah menerapkan prinsip keamanan pangan secara menyeluruh.

“Kami menanamkan nilai-nilai pentingnya konsumsi jajanan sehat sejak dini melalui kaderisasi siswa, pembinaan kantin, hingga kolaborasi dengan petugas puskesmas dan tim UKS. Semua program ini kami integrasikan ke dalam kegiatan belajar dan budaya sekolah,” terang Nurwachidin.

Dalam kesempatan yang sama, Sila, salah satu pejabat Asisten 1 Setda Banjarnegara yang hadir mewakili Bupati, menyampaikan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten terhadap sekolah-sekolah yang konsisten menerapkan program PJAS.

“Kami sangat bangga dengan MTsN 1 Banjarnegara. Keikutsertaan dalam lomba ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga cerminan komitmen daerah dalam mencetak generasi yang sehat dan cerdas,” ujarnya.

Kegiatan wawancara dilakukan dalam tiga sesi ruang BOR virtual (BOR A.1, A.2, dan A.3), mencakup penilaian terhadap lingkungan sekolah, kantin, serta wawancara kader sekolah. Masing-masing ruang memiliki fokus penilaian yang berbeda, mulai dari sarana prasarana, inovasi program, hingga peran aktif para kader PJAS.

Tim verifikasi nasional yang hadir dalam sesi ini terdiri dari juri lintas kementerian, antara lain Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, Kementerian PPPA, dan BPOM. Mereka memberikan berbagai masukan serta catatan positif terhadap kesiapan MTsN 1 Banjarnegara sebagai sekolah yang layak menjadi panutan dalam implementasi keamanan pangan anak sekolah.

Wawancara dan verifikasi lapangan secara virtual ini berjalan lancar, interaktif, dan penuh antusiasme. MTsN 1 Banjarnegara berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi madrasah lainnya untuk terus meningkatkan mutu pengelolaan keamanan pangan sekolah secara berkelanjutan. (Lin)

Skip to content