Serbu Bazar Buku, Siswa Madtsansa Lengkapi Pojok Baca

Banjarnegara – Suasana semangat literasi begitu terasa ketika siswa-siswi MTs Negeri 1 Banjarnegara, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Madtsansa, menyerbu stand-stand buku dalam kegiatan kunjungan edukatif ke bazar buku di halaman Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Banjarnegara pada Rabu (24/7/2025). Dengan mengusung tema “Buku dan Jajanan, Dua Ilmu dalam Satu Kunjungan”, kegiatan ini menjadi bagian dari program penguatan literasi sekaligus edukasi kesehatan makanan PJAS (Pangan Jajanan Anak Sekolah) Aman.

Ratusan siswa kelas 8 dan 9 tampak antusias memilih buku-buku yang akan mereka bawa pulang, bukan hanya untuk dibaca secara pribadi, tetapi juga untuk memperkaya koleksi pojok baca kelas masing-masing.

Yuniyati, Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam penguatan program literasi sekolah.

“Kami ingin mengajak siswa untuk tidak hanya menjadi pembaca pasif, tetapi juga aktif dalam memilih bahan bacaan yang relevan, menarik, dan bermutu. Kegiatan seperti ini sangat efektif karena siswa mengalami langsung proses memilih buku, berdiskusi, bahkan merencanakan penataan pojok baca mereka. Ini bagian dari pembelajaran kontekstual yang bermakna,” ungkap Yuniyati dengan semangat.

Lebih lanjut, Yuniyati menekankan bahwa pojok baca bukan sekadar tempat menaruh buku, tetapi ruang untuk tumbuhnya budaya literasi yang sehat dan berkelanjutan.

“Kalau mereka punya andil dalam memilih bukunya, rasa memiliki terhadap pojok baca itu akan lebih tinggi. Mereka jadi lebih peduli dan mau menjaga, bahkan merekomendasikan bacaan ke teman-teman,” imbuhnya.

Ketua Tim Literasi Madtsansa, Widi Widayati, yang turut mendampingi siswa selama kegiatan, mengapresiasi respon positif siswa dalam kegiatan ini. Ia menyebut bahwa literasi yang digerakkan dengan pendekatan menyenangkan akan jauh lebih efektif.

“Kita ingin menjadikan literasi sebagai budaya yang hidup di sekolah. Bukan sekadar tugas, tapi kebutuhan. Lewat kegiatan ini, kita libatkan siswa secara aktif dan langsung dalam ekosistem literasi. Mereka yang memilih, mereka yang membeli, dan mereka yang akan mengelolanya. Ini bentuk pembelajaran literasi berbasis pengalaman nyata,” jelas Widi.

Selain memilih buku, siswa juga dibekali dengan pengetahuan tentang makanan sehat dan aman melalui edukasi PJAS Aman. Beberapa stand yang menyediakan jajanan sehat turut menarik perhatian siswa. Hal ini sejalan dengan misi sekolah dalam mendidik siswa tidak hanya secara akademik, tetapi juga dari sisi kesehatan dan kebiasaan konsumsi yang bijak.

Salah satu siswa kelas 9, Zalfa Ardelia, mengaku senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Ia memilih dua buku cerita dan satu buku motivasi untuk menambah koleksi pojok baca di kelasnya.

“Senang banget bisa beli buku langsung dan banyak pilihannya. Kita juga bisa diskusi sama teman buku mana yang bagus buat dibaca bareng. Jadi pengen sering baca deh,” ujar Zalfa dengan antusias.

Hal senada diungkapkan oleh Narendra, siswa kelas 8. Ia mengaku termotivasi untuk lebih sering membaca setelah melihat banyak buku menarik yang tersedia di bazar.

“Ternyata baca itu nggak membosankan. Banyak buku yang bikin penasaran. Saya beli komik edukasi dan buku tentang teknologi. Seru banget,” ujarnya sambil menunjukkan bukunya.

Dengan semangat literasi dan kepedulian terhadap kesehatan yang terus ditanamkan, kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat belajar dan membaca di kalangan siswa Madtsansa. Tidak hanya hari itu, tetapi terus berlanjut dalam kebiasaan sehari-hari mereka di sekolah maupun di rumah.

Melalui kunjungan seperti ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara membuktikan komitmennya dalam membentuk generasi literat, sehat, dan berdaya. Karena bagi Madtsansa, buku bukan hanya jendela dunia, tapi juga jembatan menuju masa depan. (Fy)

Skip to content