Banjarnegara (Humas) – Komitmen dalam membangun generasi muda yang berkualitas kembali diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan bertema Pencegahan Pernikahan Dini yang dilaksanakan di Kelas XI ATR 1 SMK Negeri 01 Wanayasa pada hari Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri, Ika Wahyuningtyas dan Siti Khafidzoh, yang memberikan pemahaman komprehensif kepada siswa dan siswi mengenai pentingnya kesiapan sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan serius, terlebih saat pemateri memaparkan berbagai dampak pernikahan dini dari sisi pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, hingga keagamaan.
Dalam penyampaiannya, Ika Wahyuningtyas menjelaskan bahwa pernikahan bukan sekadar tentang kesiapan usia secara administratif, melainkan kesiapan secara menyeluruh. “Pernikahan adalah fase kehidupan yang membutuhkan kematangan berpikir, kestabilan emosi, serta kemampuan mengelola ekonomi. Tanpa kesiapan tersebut, rumah tangga rentan terhadap konflik,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa pernikahan dini sering kali berdampak pada terputusnya pendidikan dan terbatasnya peluang kerja. “Sebagai siswa SMK, kalian sedang mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja atau melanjutkan pendidikan. Jangan sampai masa depan yang sudah dirancang dengan baik menjadi terhambat karena keputusan yang tergesa-gesa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ika mengajak para siswa untuk menjadikan masa remaja sebagai momentum meningkatkan kompetensi dan keterampilan. Menurutnya, kemandirian finansial dan kematangan pola pikir menjadi bekal penting sebelum membangun rumah tangga.
Sementara itu, Siti Khafidzoh menyampaikan materi dari perspektif agama dan pembinaan karakter. Ia menegaskan bahwa dalam Islam, pernikahan merupakan ibadah yang luhur dan memiliki tujuan membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. “Islam tidak hanya memandang usia, tetapi juga kesiapan tanggung jawab. Menikah bukan hanya tentang bahagia sesaat, tetapi tentang kesanggupan memimpin dan mengelola keluarga,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pernikahan dini berpotensi menimbulkan persoalan sosial apabila tidak disertai kesiapan mental dan ekonomi. “Komunikasi yang baik dengan orang tua, guru, dan lingkungan sangat penting. Remaja perlu ruang untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita setinggi mungkin,” tambahnya.
Suasana semakin hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Beberapa siswa menyampaikan pertanyaan terkait pergaulan remaja, tekanan lingkungan, hingga cara menyikapi ajakan menikah di usia muda. Para pemateri memberikan jawaban dengan pendekatan yang persuasif dan edukatif, sehingga mudah dipahami oleh peserta.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran di kalangan siswa dan siswi SMK Negeri 01 Wanayasa untuk lebih bijak dalam merencanakan masa depan. Dengan pemahaman yang kuat tentang risiko dan tanggung jawab pernikahan, para remaja diharapkan dapat fokus menyelesaikan pendidikan, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan diri secara matang sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Melalui penyuluhan ini, sekolah bersama para penyuluh berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, mandiri, dan siap membangun keluarga yang berkualitas di masa depan.
(sk/azd)
