Banjarnegara (Humas) – Selasa (13/5) Yayasan Pendidikan Islam Andalusia Banjarnegara menggelar kegiatan outbond pada Kamis, 8 Mei 2025 dan 10 Mei 2025, bertempat di kawasan wisata Tubing Damar Payung Adventure, Baturaden, Banyumas. Kegiatan ini diikuti oleh santri banat dan banin dari kelas 7, 8, dan 9, yang tampil antusias sejak keberangkatan hingga selesai acara.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Andalusia Banjarnegara, Bapak H. Anton Zaeni Noor, M.Si, dan Mudhir Ma’had PPMTQ Andalusia Banjarnegara, Ustadz Anwasy Mahfudz, Al Hafidz yang memberikan semangat kepada para santri agar menjadikan kegiatan ini sebagai sarana membangun keberanian, kekompakan, dan semangat baru dalam belajar.
“Kita ingin para santri keluar dari zona nyaman mereka, berinteraksi dengan alam, belajar kerja sama dan mengambil pelajaran hidup dari pengalaman langsung di lapangan,” ujar beliau dalam sambutannya.
Kegiatan dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh santri kelas 7 dan 8, sementara sesi kedua diikuti oleh santri kelas 9. Pembagian ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan kelancaran jalannya kegiatan, mengingat area tubing memiliki kapasitas terbatas.
Didampingi langsung oleh tim dari Damar Payung Adventure, seluruh peserta menjalani aktivitas tubing menyusuri aliran sungai yang tenang namun menantang. Para santri dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan seperti pelampung dan pelindung kepala. Dengan penuh semangat, mereka bergiliran meluncur mengikuti arus sungai menggunakan ban karet besar yang aman.
Bagi banyak santri, pengalaman ini adalah hal baru yang menyenangkan. Rasa takut perlahan berubah menjadi tawa dan keceriaan begitu mereka menikmati arus sungai dan suasana alam sekitar.
Setelah sesi tubing selesai, seluruh peserta berkumpul untuk menikmati makan bersama. Hidangan menambah keakraban dan semangat kebersamaan di antara santri.
Kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kegembiraan. Tidak hanya menjadi momen hiburan, outbond ini juga menjadi ajang pembelajaran yang membentuk mental dan karakter para santri.
Santri mengaku sangat senang dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali di masa mendatang. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas, namun juga bisa hadir melalui interaksi langsung dengan alam dan sesama. (h/em)
