Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 3 Banjarnegara menyelenggarakan Outing Class ( OC ) atau pembelajaran di luar kelas. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas VIII dan beberapa guru pendamping. Pelaksanaan OC dilaksanakan mulai tanggal 11-14 November 2024. Dengan wilayah Daerah Khusus Ibukota / DKI Jakarta sebagai destinasinya. (14/11)
Pelaksanaan OC diawali dengan pelepasan seluruh peserta di meeting point MTs Negeri 3 Banjarnegara pada Senin, 11 November 2024 pukul 15.30 waktu setempat oleh Kepala MTs Negeri 3 Banjarnegara. Do’a bersama seluruh peserta sebelum pemberangkatan dipimpin oleh Salahudin salah satu guru pendamping dalam kegiatan ini. Seluruh rombongan kemudian berangkat menuju Jakarta dengan penuh semangat.
Natir selaku Kepala MTs Negeri 3 Banjarnegara menjelaskan bahwa tujuan OC ini sebagai wisata edukasi, wisata sejarah, wisata spiritual juga bertujuan untuk mengurangi kebosanan peserta didik dalam belajar.
“ Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar di luar lingkungan kelas dengan harapan peserta didik mendapat pengetahuan baru selama kegiatan berlangsung dengan mengunjungi berbagai lokasi yang relevan. Di sana nantinya peserta didik belajar langsung dari objeknya yang biasanya hanya di dapat dari buku. Hal ini tentunya akan lebih menarik peserta didik dalam belajar, “ ungkapnya.

Bus rombongan peserta tiba di lokasi pertama yaitu Mbah Priok pada Pukul 04.00. Di sini peserta melaksanakan sholat subuh dan ziarah ke makam Mbah Priok. Kegiatan Ziarah disamping sebagai ‘tazdkiratul akhiroh’ ( mengingatkan kita kepada akhirat ) juga bisa menjadi sarana untuk mengajarkan nilai keagamaan kepada peserta didik sebagai bentuk penghormatan dengan mendo’akan kepada para wali yang telah mengajarkan dan menyebarkan ajaran islam. Peserta didik juga diharapkan bisa menginternalisasi akan kealiman dan kesolehan para wali dalam dirinya.
Agenda selanjutnya adalah wisata sejarah. Peserta didik mengunjungi beberapa lokasi diantaranya : Monumen Nasional ( Monas ), Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ), dan Monumen Pancasila Sakti atau dikenal juga dengan Museum Lubang Buaya. Mendatangi destinasi wisata sejarah ini menjadi wujud untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang segenap jiwa dan raga untuk menggapai kemerdekaan yang bisa kita rasakan hingga saat ini.
Saat di Monumen Pancasila Sakti, Zuhrotunnisa salah satu guru pendamping kegiatan mengatakan bahwa semua peserta nampak antusias mendengarkan pemandu menjelaskan hal-hal terkait museum.
“ Dipandu pihak museum, peserta didik diajak berkeliling komplek museum sambil mendengarkan penjelasan latar belakang dibangunnya museum. Di sini juga diperlihatkan gambar berbagai peristiwa dan benda-benda peninggalan para pahlawan revolusi. Museum ini merupakan napak tilas perjuangan para pahlawan revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi negara dari ancaman ideologi komunis, “ terangnya.
Hari terakhir, peserta didik mengunjungi dua lokasi. Yang pertama adalah Gelanggang Samudra/Sea World, dengan melihat atraksi hewan-hewan laut yang menarik. Kedua adalah Dunia Fantasi. Rasa lelah tidak menyurutkan para peserta untuk mencoba berbagai wahana yang ada di lokasi ini. Mereka terlihat sangat gembira dan antusias.
Nurfi Laela Tarwiyatin, salah satu peserta dari Kelas VIII B menyatakan bahwa dia sangat terkesan dengan mengikuti OC ini. Dia berharap kegiatan ini dapat diadakan kembali di lain waktu agar banyak tempat yang bisa dipelajari.
“ Saya sangat terkesan mengikuti kegiatan ini. Banyak pengalaman dan pengetahuan yang baru saya dapat. Sangat seru dan menyenangkan. Kalau di sekolah saya mendapatkan teori, di sInI saya bisa belajar dan menyaksikan langsung bukti sejarah yang ada di Indonesia. “ Jelasnya. (Fn)







