P5RA: “Panen Cuan dengan Meramu Herbal Taste Milenial” Siap Digelar, Madtsansa Lakukan Koordinasi

Banjarnegara (Humas) – Seusai pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Gasal yang berakhir pada Sabtu (20/9), MTs Negeri 1 Banjarnegara langsung menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (P5RA) di ruang guru. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan dengan penuh antusias dan semangat kolaborasi.

Rakor dipimpin oleh Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum Hj. Yuniyati. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya sinergi seluruh GTK agar pelaksanaan P5RA berjalan lancar, sesuai dengan modul “Panen Cuan dengan Meramu Herbal Taste Milenial” yang telah disusun tim fasilitator.

“P5RA bukan hanya sekadar program tahunan, tetapi sarana strategis untuk menumbuhkan karakter kreatif, peduli lingkungan, serta jiwa wirausaha pada peserta didik. Guru harus berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa agar mampu menemukan solusi kreatif dari isu-isu lingkungan,” tegas Hj. Yuniyati.

Kepala Madrasah, H. Yatiman, yang turut hadir dalam rakor memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh guru.

“Saya bangga, meskipun baru selesai ASTS, Bapak Ibu guru tetap semangat mengikuti rakor ini. P5RA adalah amanat kurikulum yang harus kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. Tema tahun ini, kewirausahaan berbasis pemanfaatan rempah lokal, sangat relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik membuat produk minuman herbal, memasarkan, hingga membagikan tanaman herbal kepada masyarakat,” ujarnya.

H. Yatiman juga menekankan bahwa tujuan utama P5RA adalah membentuk siswa yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, kreatif, inovatif, dan peduli lingkungan.

“Kita ingin siswa-siswa Madtsansa menjadi generasi yang shaleh sosial, berbudaya, dan mampu memanfaatkan potensi lokal menjadi peluang usaha,” tambahnya.

Rakor kemudian dilanjutkan dengan paparan teknis oleh Ketua Pelaksana P5RA, Hj. Asih Wijayanti. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan alur kegiatan mulai dari pengenalan isu back to nature, kontekstualisasi, aksi, refleksi hingga tindak lanjut.

“Siswa akan dilatih menghitung biaya produksi, membuat brand, logo, tagline, hingga memasarkan produk secara kreatif, baik di lingkungan madrasah maupun melalui media sosial. Selain itu, mereka juga akan menanam tanaman herbal untuk menjaga kelestariannya,” papar Hj. Asih.

Ia juga mengingatkan pentingnya asesmen yang komprehensif mencakup observasi, penilaian diri, dan gelar karya.

“Kita tidak hanya menilai produk, tetapi juga proses. Kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi aspek yang harus diukur,” jelasnya.

Kasum, salah satu fasilitator P5RA, turut memberikan pandangan dan motivasi kepada para guru.

“Pendampingan guru sangat menentukan keberhasilan program. Siswa akan belajar bagaimana mengolah tanaman herbal dari lingkungan sekitar menjadi produk yang bernilai ekonomi. Dengan begitu, mereka merasakan langsung manfaat ilmu yang dipelajari dan termotivasi untuk berwirausaha,” katanya.

Diskusi yang berlangsung interaktif menambah semangat peserta rakor. Para guru saling berbagi pengalaman dan strategi agar pembelajaran P5RA lebih menarik. Beberapa guru mengusulkan inovasi metode, seperti pembuatan video promosi, kompetisi desain kemasan, hingga pameran produk di akhir proyek.

Rakor ditutup dengan kesepakatan bersama jadwal pelaksanaan P5RA yang akan dimulai pekan depan. Semua guru berkomitmen untuk berkolaborasi, saling mendukung, dan mendampingi siswa agar proyek berjalan optimal.

Dengan selesainya rakor ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara siap melaksanakan P5RA dengan semangat baru. Kolaborasi guru, dukungan kepala madrasah, dan antusiasme fasilitator diharapkan dapat melahirkan karya-karya kreatif sekaligus menumbuhkan kepedulian siswa terhadap kelestarian lingkungan dan potensi wirausaha. (Fy/La)

Skip to content