Pahami Materi Tayamum, Murid Kelas Ia Mimau Lakukan Praktik Langsung Di Kelas

Banjarnegara – Dalam mata pelajaran Fikih, murid Kelas 1A MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo mengikuti kegiatan pembelajaran yang seru dan bermanfaat, yaitu praktik tata cara tayamum, pada Sabtu (6/5) yang dilakukan diruang kelas 1A. Kegiatan ini bertujuan agar para murid tidak hanya hafal materi, tetapi juga paham dan mampu mempraktikkan tata cara tayamum yang sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Sebelum memulai praktik guru pengampu mata pelajaran Fikih kelas 1A, Reza Nur Fadila mengatakan bahwa dirinya menjelaskan terlebih dahulu tentang pengertian, syarat, rukun, sunnah dan hal – hal yang membatalkan tayamum. Dijelaskan bahwa tayamum merupakan cara bersuci menggunakan debu yang suci yang dilakukan ketika tidak mendapatkan air, atau tidak boleh menggunakan air karena alasan kesehatan dan halangan lain. Penjelasan disampaikan dengan bahasa sederhana dan contoh yang mudah dimengerti, disesuaikan dengan tingkat pemahaman murid kelas awal.

 “Sebelum praktik, mari kita belajar teori terlebih dahulu tentang pengertian tayamum, syarat diperbolehkannya tayamu, rukun tayamum itu ada apa saja, terus yang membatalkan tayamum dan juga sunnah tayamum itu ada apa saja itu saya jelaskan terlebih dahulu kepada murid kelas 1A,” ujarnya.

Setelah teori selesai disampaikan, tibalah saat yang paling ditunggu, yaitu sesi praktik langsung. Sebelum praktik langsung Reza juga mengajak murid untuk bersama – sama melantunkan rukun tayamum pertama, yaitu membaca niat dan memberikan contoh urutan gerakan mulai dari niat, menepukkan kedua telapak tangan ke atas debu yang suci, membersihkan muka, hingga mengusap kedua tangan sampai siku, lengkap dengan bacaan yang benar. Para murid memperhatikan dengan seksama, lalu dipersilakan untuk mencoba satu per satu di bawah bimbingan dan pengawasan guru.

“Setelah penyampaian materi, saya meminta murid 1A untuk bersama melantunkan niat tayamum yang sudah saya jadikan PR untuk murid agar dihapalkan dirumah, baru setelahnya saya memberi contoh dan meminta murud untuk mengikuti gerakan saya,”

Terlihat antusiasme yang tinggi dari seluruh murid. Mereka dengan semangat mencoba mengikuti setiap gerakan dengan urutan yang tepat, dan saling mengingatkan satu sama lain. Reza juga memandu dan membetulkan posisi gerakan maupun cara pengambilan debu jika ada yang belum tepat, agar kebiasaan yang benar tertanam sejak awal.

“Tujuan pembelajaran ini adalah untuk menanamkan pemahaman dasar tentang cara bersuci dalam Islam ketika tidak ditemukan air atau ada halangan ketika menggunakan air. Kami ingin murid – murid paham bahwa agama Islam itu mudah dan memiliki solusi dalam segala keadaan, serta mampu mempraktikkannya dengan benar jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujar Reza.

Kegiatan praktik ini berjalan lancar dan tertib. Melalui metode belajar sambil melakukan, materi pelajaran menjadi lebih mudah dipahami dan melekat dalam ingatan murid. Dengan hal ini Reza berharap pembelajaran praktik seperti ini dapat terus dilaksanakan, sehingga nilai-nilai dan ketentuan agama tidak hanya menjadi hafalan, tetapi juga menjadi amalan yang terbiasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. (RN)

Skip to content