Perkuat Sinergi Pendidikan, Paguyuban Kelas 5D MIFABARA Gelar Pertemuan Rutin Penuh Kekeluargaan

Banjarnegara – Paguyuban wali murid kelas 5D MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) kembali menggelar pertemuan rutin bersama wali kelas dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi wadah musyawarah, parenting, sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi antara pihak madrasah dan orang tua murid.(10/5)

Pertemuan dipimpin langsung oleh ketua paguyuban, Vivi yang menyampaikan berbagai agenda penting terkait dukungan terhadap kegiatan belajar mengajar siswa. Dalam musyawarah tersebut, para wali murid bersama wali kelas berdiskusi mengenai bentuk dukungan baik secara moril maupun materil demi menunjang perkembangan pendidikan dan kenyamanan belajar anak-anak.

Selain membahas program kelas, kegiatan ini juga diisi dengan parenting dan penyamaan pola asuh antara pihak madrasah dengan orang tua. Wali kelas memberikan berbagai masukan terkait pendampingan belajar, pembentukan karakter, kedisiplinan, hingga pentingnya komunikasi positif kepada anak.

Suasana diskusi berlangsung aktif dan penuh rasa saling menghargai. Para wali murid tampak antusias menyampaikan pendapat, pengalaman, serta harapan demi terciptanya lingkungan pendidikan yang selaras antara rumah dan madrasah.

Wali kelas 5D menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi membutuhkan kerja sama yang kuat dari orang tua.

“Ketika madrasah dan orang tua memiliki visi serta pola asuh yang sejalan, maka anak akan tumbuh lebih terarah, nyaman, dan percaya diri. Anak-anak membutuhkan lingkungan yang saling mendukung antara rumah dan sekolah,” ungkapnya.

Ketua paguyuban, Vivi juga mengajak seluruh wali murid untuk terus menjaga kekompakan dan komunikasi demi mendukung tumbuh kembang peserta didik.

“Paguyuban bukan hanya tempat berkumpul, tetapi tempat saling menguatkan dan bekerja sama demi kebaikan anak-anak. Semoga silaturahmi dan kebersamaan ini terus terjalin dengan baik,” tuturnya.

Secara filosofi, musyawarah dalam paguyuban mengajarkan pentingnya kebersamaan dalam mendidik generasi. Pendidikan terbaik lahir dari sinergi antara guru dan orang tua. Ketika keduanya saling mendengar, saling memahami, dan saling mendukung, maka anak akan tumbuh dalam lingkungan yang penuh perhatian dan kasih sayang.

Dalam perspektif agamis, silaturahmi dan musyawarah juga menjadi bagian dari ajaran Islam yang membawa keberkahan. Dengan duduk bersama, berdiskusi, dan menyatukan niat baik untuk pendidikan anak, diharapkan akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.

Melalui kegiatan paguyuban ini, keluarga besar MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) berharap hubungan harmonis antara madrasah dan wali murid terus terjaga demi menciptakan pendidikan yang berkualitas, penuh kasih sayang, dan berorientasi pada masa depan terbaik anak-anak.(nas)

Skip to content