Pantau Kemajuan Bengkel Sunarno, Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan Dorong Ekspansi Mustahik Produktif ke Pejawaran

Banjarnegara (Humas) – Sebagai upaya memastikan efektivitas pendayagunaan dana zakat, Penyuluh Agama Islam sekaligus Pendamping Mustahik Produktif Baznas Provinsi Jawa Tengah, M. Syaiful Abidin, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) berkala. Pada Senin (20/4/2026), kunjungan menyasar kediaman sekaligus tempat usaha Sunarno, seorang penerima manfaat yang dinilai sukses mengembangkan usahanya di Dusun Cundukan, Desa Babadan.

Sunarno, atau yang akrab disapa Narno, merupakan salah satu profil “Mustahik Tangguh” binaan Baznas Jateng. Usaha bengkel motor dan las miliknya kini telah berkembang pesat. Kehadiran Syaiful di lokasi bertujuan untuk melihat langsung perkembangan teknis usaha, manajemen keuangan, serta memberikan motivasi agar kemandirian ekonomi yang telah dicapai tetap terjaga dan barokah.

Ketangguhan Narno terbukti dengan keberaniannya melakukan ekspansi bisnis. Tidak hanya fokus di Desa Babadan, Narno kini resmi membuka cabang bengkel baru di Dusun Beran, Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran. Menariknya, pengelolaan cabang baru ini diserahkan kepada putranya, Ananda Zaki Alfatih, sebagai langkah regenerasi dan pemberdayaan keluarga.

Dalam sesi dialog di sela-sela pengecekan stok pelumas dan suku cadang motor, M. Syaiful Abidin memberikan apresiasinya terhadap dedikasi Narno.

“Tujuan utama pendampingan ini bukan sekadar memberi bantuan modal, tapi memastikan mustahik bisa naik kelas menjadi muzakki (pemberi zakat). Pak Narno adalah contoh nyata bagaimana kerja keras yang dibarengi bimbingan spiritual dan manajerial bisa menghasilkan kemandirian. Kami sangat bangga melihat cabang baru di Pejawaran dikelola oleh putranya; ini adalah sukses ganda, sukses ekonomi dan sukses mendidik anak,” ujar Syaiful.

Narno sendiri merasa sangat terbantu dengan kehadiran pendamping yang tidak hanya memantau aspek materi, tetapi juga memberikan dukungan moral. Baginya, modal dari Baznas Jateng adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan kerja nyata.

“Saya sangat bersyukur atas bimbingan dari Pak Syaiful dan dukungan Baznas Jateng. Usaha bengkel dan las ini adalah napas keluarga kami. Dengan adanya cabang baru yang dikelola Nanda di Pejawaran, saya berharap bisa membantu lebih banyak orang di sana yang membutuhkan jasa servis motor maupun las. Prinsip saya, yang penting jujur dan tekun,” ungkap Narno penuh semangat.

Kunjungan ini diakhiri dengan evaluasi pembukuan sederhana dan doa bersama agar usaha yang dijalankan membawa maslahat bagi masyarakat sekitar. Keberhasilan Narno diharapkan menjadi inspirasi bagi ratusan mustahik produktif lainnya di Jawa Tengah untuk terus berinovasi dan tidak menyerah pada keadaan. 

(msa/azd)

Skip to content