Pelatihan Pengelolaan Kelas Tahfidz MTs 1 Banjarnegara Sebagai Kegiatan Olah Rasa Dan Olah Hati

Banjarnegara – MTs Negeri 1 Banjarnegara menyelenggarakan Pelatihan pengelolaan kelas tahfidz yang diikuti oleh 62 guru SD/MI dan TPQ di Banjarnegara sebagai rangkaian dari kegiatan IQRA FEST 2021, 43th Madtsansa Mendunia yang dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pada Kamis, (4/3) di Aula MTsN 1 Banjarnegara.

Kegiatan pelatihan kelas tahfidz bagi guru SD/MI dan TPQ merupakan upaya membantu guru menyalurkan keinginan siswa menghafal Al-Quran di usia muda. Pelatihan pengelolaan kelas tahfidz ini memotivasi guru untuk membimbing siswa-siswi di SD/MI dan TPQ yang ingin menghafal Al-Quran. Selain memotivasi guru, kegiatan ini bertujuan mengubah pola pikir bahwa menghafal Al-Quran itu mudah, jika menggunakan teknik dan metode yang tepat.

H. Sumarna, Kasubag TU mewakili kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini merupakan awal yang bagus untuk membelajarkan cinta Al-Quran kepada anak didik. Kesempatan yang sangat bagus ini dapat digunakan untuk mendorong semangat para guru dan pembimbing beljar mengelola kelas tahfidz yang baik. 

“Dengan diadakannya kegiatan pelatihan pengelolaan kelas tahfidz ini harapannya kita tidak hanya belajar tentang bagaimana cara membaca Al-Quran namun bisa menghafalnya sedikit demi sedikit dan juga mengamalkan apa yang terkandung dalam Al-Quran,” tegas beliau. 

Kegiatan yang dikoordinatori oleh Yuniati ini didukung penuh oleh kepala Madrasah, Moh. Zaenal selaku penanggung jawab utama rangkaian kegiatan Iqra Fest 43 Tahun Madtsansa Mendunia.

Berkenaan dengan hal tersebut, Yuniati sangat berterima kasih kepada para peserta dan panitia penyelenggara sehingga kegiatan pelatihan kelas tahfidz ini dapat berjalan dengan lancar.

“Pelatihan kelas tahfidz ini akan dibimbing langsung oleh beliau Ustadz Abu Hurri Al Qosimi Al-Hafidz dari Klaten. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menjawab kegelisahan para guru yang memiliki siswa berpotensi menghafal Al-Quran namun belum bisa memberi wadah kepada mereka generasi emas penghafal Kalam Mulia. “Jadi dengan kegiatan ini guru pembimbing akan diberikan bekal bagaimana menguasai teknik cepat dan kuat menghafal Al-Qur'an dengan metode Al-Qosimi serta pengelolaan kelas tahfidz dengan target 1 juz per semester,” tuturnya.

Pelaksanaan kegiatan pelatihan kelas tahfidzul quran menjadi jalan tengah bagi para guru yang memiliki siswa berpotensi menghafal AL-Quran. Dengan pembimbing yang mumpuni pada pelatihan ini para guru SD/MI dan TPQ dapat menerapkan ilmu yang didapat di sekolah atau lembaga masing-masing.  (farida/ak)