Banjarnegara – Suasana pembelajaran Matematika tampak berbeda pada Rabu, (28/1). Melalui tema “Mengukur Berat Benda dengan Satuan Tak Baku”, siswa MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) mengikuti kegiatan belajar yang menarik dan penuh antusias di bawah bimbingan wali kelas Nugrah Haryati. Pembelajaran ini dirancang untuk mengajak siswa memahami konsep berat melalui pengalaman langsung menggunakan benda-benda di sekitar kelas.
Kegiatan diawali dengan pembentukan kelompok belajar. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil agar dapat bekerja sama, berdiskusi, dan saling berbagi peran. Setelah itu, setiap kelompok diminta mengukur berat berbagai benda yang ada di kelas dengan menggunakan timbangan sederhana hasil rakitan sendiri.
Timbangan sederhana tersebut dibuat dari bahan-bahan yang mudah dijumpai, seperti hanger baju, cup atau plastik bekas, tali, dan penggaris. Kreativitas siswa terlihat jelas saat mereka merangkai alat timbang tersebut. Sebagai satuan tak baku, siswa menggunakan uang koin, kelereng, dan permen untuk membandingkan berat masing-masing benda.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar menghitung dan membandingkan berat, tetapi juga memahami konsep keseimbangan dan pengukuran secara konkret. Proses mencoba, mengamati, dan mencatat hasil pengukuran membuat siswa lebih aktif serta terlibat langsung dalam pembelajaran.
Wali kelas Nugrah Haryati, menyampaikan bahwa penggunaan benda nyata sangat membantu proses belajar siswa. “Belajar matematika menggunakan benda konkret membuat pembelajaran lebih menyenangkan, serta membantu anak memvisualisasikan konsep abstrak menjadi nyata, meningkatkan keaktifan, dan mempermudah pemahaman,” ujarnya.
Kepala madrasah, Durotun Nafisah juga menambahkan bahwa pembelajaran ini juga melatih kerja sama, ketelitian, serta rasa ingin tahu siswa. “ Dengan pembelajaran seperti ini dapat menambah semangat siswa dalam membandingkan hasil timbangan antarkelompok dan mendiskusikan perbedaan yang ditemukan, dan dengan metode pembelajaran kontekstual seperti ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami materi Matematika, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Kegiatan belajar yang kreatif dan interaktif ini menjadi bukti bahwa Matematika dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa.(nas)







