Pembinaan Penuh Makna, Anugrah Windu Tanamkan Nilai Qur’ani di Hati Warga Binaan

Banjarnegara (Humas) — Pembinaan keagamaan menjadi salah satu jalan penting dalam membangun kembali harapan dan memperkuat mental warga binaan. Hal ini terlihat dalam kegiatan pendampingan rohani dan bimbingan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Anugrah Windu Setianingsih, Penyuluh Agama Islam Fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara, pada Senin (27/4/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang petugas Rutan Banjarnegara P2U, dengan diikuti oleh lima warga binaan perempuan. Meski dilaksanakan dalam ruang yang sederhana, suasana terasa khidmat dan penuh ketenangan, mencerminkan semangat para peserta dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Dalam penyuluhan tersebut, Anugrah Windu menyampaikan materi yang berfokus pada tahsin (perbaikan bacaan Al-Qur’an) serta tadabbur (pemahaman makna ayat). Ayat yang dikaji di antaranya adalah QS. Al-Baqarah ayat 284 dan QS. Ali Imran ayat 11, yang sarat dengan pesan tentang pengawasan Allah terhadap setiap perbuatan manusia serta konsekuensi dari setiap amal yang dilakukan.

Dengan pendekatan yang lembut dan penuh empati, ia membimbing para warga binaan untuk membaca ayat demi ayat secara perlahan, memperbaiki makhraj dan tajwid, sekaligus mengajak mereka memahami makna yang terkandung di dalamnya. Tidak hanya itu, kegiatan juga dilengkapi dengan hafalan surat-surat pendek yang dilakukan bersama-sama, sehingga menambah semangat dan kebersamaan di antara peserta.

“Al-Qur’an adalah cahaya kehidupan. Siapa pun kita, dalam kondisi apa pun, selalu ada jalan untuk kembali mendekat kepada Allah melalui Al-Qur’an,” tutur Anugrah Windu dalam penyampaiannya.

Ia juga menekankan pentingnya mempelajari dan menghafalkan Al-Qur’an sebagai bekal hidup, tidak hanya untuk kehidupan di dunia tetapi juga sebagai penolong di akhirat. Menurutnya, proses belajar Al-Qur’an mampu menghadirkan ketenangan batin serta menjadi sarana introspeksi diri bagi setiap individu.

Para warga binaan tampak mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan. Meski dengan keterbatasan, mereka menunjukkan semangat untuk belajar, memperbaiki bacaan, dan menghafal ayat-ayat suci. Interaksi hangat antara penyuluh dan peserta pun menciptakan suasana pembelajaran yang menyentuh hati.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KUA Kecamatan Purwanegara dalam memberikan pembinaan keagamaan secara menyeluruh, termasuk kepada warga binaan. Kehadiran penyuluh agama di lingkungan rutan diharapkan mampu menjadi sumber motivasi dan penguatan spiritual, sehingga para warga binaan memiliki bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya.

Melalui sentuhan rohani yang tulus dan berkelanjutan, diharapkan nilai-nilai Al-Qur’an dapat tertanam dalam hati para warga binaan, menjadi cahaya yang menuntun langkah mereka menuju perubahan yang lebih baik. 

(rp/azd)

Skip to content