Pengabdian Tanpa Batas, Siti Fatimah Rayakan 60 Tahun dengan Tasyakuran Penuh Syukur

Banjarnegara – Sosok inspiratif hadir dari keluarga besar MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Salah satu guru senior, Siti Fatimah, yang telah mengabdikan dirinya selama puluhan tahun sebagai guru non PNS, kini memasuki usia 60 tahun. Di momen menjelang purna tugasnya, beliau menggelar tasyakuran sederhana sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdiannya di dunia pendidikan.(16/5)

Meski belum pernah menyandang status sebagai Aparatur Sipil Negara (PNS), dedikasi Siti Fatimah tidak pernah surut. Ia tetap istiqomah menjalankan tugasnya sebagai pendidik dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan tanggung jawab. Rekan-rekan guru mengenalnya sebagai pribadi yang ramah, tekun, dan penuh kasih sayang kepada siswa.

Kepala Madrasah MIFABARA menyampaikan apresiasi mendalam atas jasa dan pengabdian beliau. “Ibu Siti Fatimah adalah teladan nyata bagi kami semua. Pengabdian beliau bukan hanya soal status, tetapi tentang ketulusan hati dalam mendidik generasi. Semoga segala amal beliau menjadi ladang pahala yang terus mengalir,” ungkapnya.

Dalam acara tasyakuran tersebut, suasana haru dan hangat terasa begitu kental. Para guru dan keluarga turut memberikan doa terbaik, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi beliau selama ini. Dalam kesempatan itu, Siti Fatimah juga menyampaikan rasa syukurnya. “Saya tidak pernah menyesal. Menjadi guru adalah panggilan hati. Walaupun tidak menjadi PNS, saya tetap bangga bisa mengabdi dan membersamai anak-anak dalam belajar,” tuturnya dengan penuh haru.

Kisah beliau menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati tidak diukur dari jabatan, melainkan dari ketulusan dan konsistensi dalam menjalankan amanah. Di tengah keterbatasan, beliau justru mampu menunjukkan kekuatan hati dan semangat luar biasa.

Sebagai penutup, beliau juga menyampaikan pesan motivasi yang penuh makna, “Jangan pernah lelah berbuat baik, karena kebaikan sekecil apa pun akan menemukan jalannya untuk kembali. Mengabdi tidak harus menunggu sempurna, tetapi dimulai dari niat yang tulus dan langkah yang sederhana.”

Mutiara hikmah dari perjalanan hidup beliau mengajarkan bahwa:

“Keikhlasan adalah kekuatan terbesar seorang pendidik. Saat lelah datang, ingatlah bahwa setiap ilmu yang kita berikan akan menjadi cahaya, tidak hanya bagi murid, tetapi juga bagi kehidupan kita kelak.”

Pengabdian Siti Fatimah menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar MIFABARA untuk terus melangkah dengan semangat, ketulusan, dan rasa syukur dalam mendidik generasi bangsa.(nas)

Skip to content