Banjarnegara (Humas) – Upaya meningkatkan kesiapan pasangan calon pengantin (catin) dalam membangun keluarga sakinah terus dilakukan oleh KUA Kecamatan Purwanegara. Pada Jumat (12/12/2025), Penyuluh Agama Islam Fungsional, Heri Sutikno, memberikan nasihat perkawinan kepada pasangan muda Putra Nugraha, catin asal Garut (Sunda) dan Dewi Anggraeni, catin asal Banjarnegara (Jawa).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Purwanegara tersebut mengangkat tema penguatan keharmonisan pernikahan lintas budaya, mengingat kedua calon pengantin berasal dari latar belakang adat dan tradisi yang berbeda. Perbedaan ini menjadi potensi sekaligus tantangan dalam membangun keluarga harmonis.
Dalam penyampaiannya, Heri Sutikno menekankan pentingnya komunikasi yang sehat, manajemen konflik, serta pemahaman nilai budaya masing-masing agar dapat dijadikan kekayaan dalam rumah tangga.
“Perbedaan budaya bukan halangan. Justru dapat menjadi kekuatan apabila pasangan saling memahami, menghargai, dan menjadikannya sebagai warna dalam kehidupan pernikahan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keharmonisan rumah tangga tidak hanya bertumpu pada cinta, tetapi juga pada komitmen, tanggung jawab, dan kemampuan menyatukan dua keluarga besar. Melalui bimbingan tersebut, diharapkan Putra dan Dewi mampu mempersiapkan diri secara matang baik dari sisi mental, spiritual, maupun sosial budaya.
Putra Nugraha dan Dewi Anggraeni menyambut positif kegiatan ini. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru terkait cara membangun rumah tangga yang kokoh meski berasal dari daerah dan budaya yang berbeda.
KUA Purwanegara berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan kepada para calon pengantin, khususnya dalam menghadapi dinamika kehidupan pernikahan yang semakin kompleks. Melalui kegiatan ini, diharapkan pasangan Putra dan Dewi dapat mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta menjadi teladan bagi pasangan lintas budaya lainnya.







