PENYULUH AGAMA INGATKAN PENTINGNYA IKHTIAR DAN DOA DALAM MENCEGAH STUNTING

Banjarnegara (Humas) – Suasana kelas ibu hamil di Desa Bojanegara kali ini terasa berbeda. Tidak hanya membahas soal kesehatan dan gizi, para peserta juga diajak memahami pentingnya menjaga kondisi hati, pikiran, dan spiritual selama masa kehamilan sebagai bagian dari ikhtiar mencegah stunting sejak dini. (20/5/2026)

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam menyampaikan bahwa upaya mencegah stunting bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi juga menjadi tanggung jawab orang tua sejak anak masih dalam kandungan. Menurutnya, menjaga amanah kehamilan perlu dilakukan dengan keseimbangan antara ikhtiar lahir dan batin.

“Ibu hamil bukan hanya menjaga makan dan kesehatan fisik, tetapi juga menjaga ketenangan hati, ucapan, dan kebiasaan sehari-hari. Anak yang sehat lahir dari ikhtiar yang dijaga bersama dengan doa,” ujar penyuluh agama saat menyampaikan materi.

Materi yang telah disampaikan oleh tim Puskesmas terkait bagaimana menjaga kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan dilanjutkan oleh Penyuluh Agama dalam rangka mencegah anak resiko stunting melalui bahasa agama. Elok Faiqoh menyebutkan bahwa apa yang dianjurkan dari kesehatan sesuai dengan ajaran yang ada dalam Al Qur’an sebagai panutan hidup umat muslim seperti perintah untuk makanan yang bergizi atau makanan yang thoyib (baik) lagi halal, makan buah yang bernutrisi dalam surat Maryam, makan asupan berprotein seperti dalam surat Al Mu’minun dan surat An Nahl serta kewajiban menjaga stamina bagi ibu hamil sebagaimana dalam surat Luqman ayat 14.

Selain itu Samsul Chusen penyuluh agama Sigaluh juga menyampaikan beberapa tips dan doa yang dapat dilakukan ibu hamil untuk mulai mendidik anak sejak dalam kandungan agar nantinya lahir menjadi anak yang solih dan solihah.

Jalannya kegiatan kelas bumil berlangsung hangat karena banyak peserta yang aktif bertanya terkait beberapa mitos dan juga berbagi pengalaman. Beberapa ibu hamil mengaku sering merasa cemas memikirkan kondisi bayi maupun proses persalinan. Melalui materi tersebut, peserta merasa lebih dikuatkan dan memahami bahwa menjaga kesehatan mental juga penting bagi tumbuh kembang anak dan dapat mencegah anak resiko stunting.

Penyuluh agama juga menekankan bahwa stunting tidak hanya dipandang sebagai masalah tinggi badan anak, tetapi juga berkaitan dengan kualitas generasi di masa depan. Karena itu, orang tua perlu mempersiapkan anak dengan perhatian, kasih sayang, pemenuhan gizi, serta lingkungan keluarga yang baik sejak awal kehamilan.Harapan tenaga kesahatan dan penyuluh agama agar ibu hamil dapat melewati fase dalam kehamilan dengan penuh rasa syukur, ikhlas dan senantiasa berikhtiar baik secara fisik dan spiritual agar bisa menjadi ibu hamil dan bayi yang sehat secara jasmani dan rohani.

(ef/azd)

Skip to content