Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, Sodikin mengadakan penyuluhan di PKH Situwangi pada Rabu (20/5/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebulan sekali bertempat di rumah Siwen dihadiri 46 anggota serta pendamping PKH Desa Situwangi RT 04 RW 02 Wahyu Haryadi. Kali ini Sodikin mengangkat tema yang lugas dan menyentil,“Jangan Cuma Rajin Cek ATM Tetapi Harus Rajin Cek Salat”, Sodikin mengajak para penerima manfaat PKH untuk tidak terjebak pada urusan duniawi semata. Menurutnya, semangat mengecek bantuan sosial di ATM patut diapresiasi, namun semangat itu harus diimbangi dengan perhatian terhadap ibadah, terutama shalat lima waktu.
“Bantuan PKH itu wasilah Allah untuk meringankan beban ekonomi. Tapi jangan sampai kita sibuk menghitung saldo, sampai lupa menghitung rakaat shalat yang kita tinggalkan. Harta bisa habis, tapi salat adalah tabungan akhirat yang tidak akan rugi,” tegas Sodikin.
Ia menjelaskan bahwa shalat adalah tiang agama dan pembeda antara mukmin dan kafir. Shalat juga menjadi tolak ukur ketenangan hidup. Banyak keluarga yang secara materi sudah terbantu, namun tetap merasa gelisah karena hubungan dengan Allah renggang. Sodikin juga mengingatkan agar ibu-ibu PKH menjadi motor penggerak ibadah di rumah. “Ibu adalah madrasah pertama. Kalau ibu rajin shalat, anak-anak akan melihat dan meniru. Kalau ibu lalai, rumah tangga bisa kehilangan arah,” tambahnya.
Pendamping PKH, Wahyu Haryadi, menyambut baik materi tersebut. Menurutnya, penguatan spiritual sangat penting agar bantuan sosial benar-benar mengubah karakter dan kemandirian keluarga, bukan sekadar memenuhi kebutuhan sesaat.Pertemuan ditutup dengan doa bersama agar seluruh anggota PKH Situwangi diberi kemudahan rezeki yang halal, kesehatan, dan keistiqamahan dalam menjaga shalat lima waktu. Para anggota tampak antusias dan berjanji akan lebih disiplin menjaga shalat di tengah kesibukan sehari-hari.
(n/azd)







