Penyuluh Agama Islam Ajak Jemaah Majelis Taklim Hidayatullah Desa Pucang Mengetuk Pintu Raih Kekhusyukan di Tanah Suci

Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti Majelis Taklim Hidayatullah, Desa Pucang, saat berlangsungnya kegiatan pembekalan spiritual bagi calon jemaah haji dan warga setempat. Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Bawang, Arif Hidayat, hadir sebagai pemateri utama dengan membawakan tema yang menyentuh hati: “Mengetuk Pintu Langit: Rahasia Kekhusyukan di Tanah Suci.” (6/5/2026)

Dalam ceramahnya, Arif Hidayat menekankan bahwa ibadah haji adalah momentum langka yang memerlukan kesiapan lebih dari sekadar fisik dan materi. Menurutnya, banyak jemaah yang terjebak pada rutinitas ritual tanpa merasakan kehadiran Allah secara mendalam.

Di hadapan para jemaah Majelis Taklim Hidayatullah, Arif membedah empat rahasia untuk mencapai kekhusyukan total yaitu :

  1. Penyucian Jiwa Sebelum Berangkat (Tazkiyatun Nafs): Arif mengingatkan jemaah untuk menyelesaikan segala urusan kemanusiaan di Desa Pucang sebelum berangkat, termasuk memohon maaf kepada tetangga dan keluarga. “Pintu langit sulit diketuk jika masih ada ganjalan di bumi,” tegasnya.
  2. Menghadirkan Hati dalam Setiap Rukun: Ia menjelaskan bahwa saat mengenakan pakaian Ihram, jemaah harus merasa sedang mengenakan kain kafan, yang melambangkan kematian dan kepasrahan total. Setiap putaran Thawaf harus dimaknai sebagai perputaran alam semesta yang tunduk pada titah Sang Pencipta.
  3. Dialog Intensif di Padang Arafah: Arif menyebut Wukuf sebagai puncak dari “mengetuk pintu langit”. Ia menyarankan jemaah untuk menyiapkan daftar doa terbaik dan berkomunikasi langsung dengan Allah tanpa sekat ego atau kesombongan.
  4. Menjaga Lisan dari Keluh Kesah: Ujian di Tanah Suci seringkali datang dari kerumunan dan cuaca. Arif berpesan agar jemaah mengganti keluh kesah dengan zikir, karena lisan yang terjaga adalah pintu masuknya ketenangan hati.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan para calon jemaah haji asal Kecamatan Bawang tidak hanya siap secara fisik dan materi, tetapi memiliki ketahanan mental yang kuat.

Ketua Majelis Taklim Hidayatullah menyambut baik pembekalan ini. Ia berharap melalui bimbingan dari Arif Hidayat, para calon jemaah haji dari Desa Pucang dapat pulang membawa predikat haji mabrur yang berdampak positif bagi kesalehan sosial di lingkungan desa.

“Haji yang mabrur tidak hanya dilihat saat seseorang berada di Mekkah, tetapi bagaimana perubahan perilakunya setelah kembali ke tanah air menjadi pribadi yang lebih saleh dan bermanfaat bagi sesama,” pungkas Arif Hidayat dalam penutupannya.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan para jemaah yang akan berangkat, agar diberikan kelancaran dan kesehatan selama menunaikan ibadah haji.

(Arh/azd)

Skip to content