Banjarnegara (Humas) — Guna menyelaraskan program pembinaan keagamaan dengan agenda pembangunan daerah, Penyuluh Agama Islam Kabupaten Banjarnegara, Suntoro, melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada Kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Kutabanjarnegara, Kecamatan Banjarnegara. (23/1/2026)
Kegiatan ini diikuti oleh para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang mayoritas terdiri atas ibu-ibu. Antusiasme peserta terlihat tinggi, mengingat pada waktu pelaksanaan sebagian besar bapak-bapak sedang menjalankan aktivitas pekerjaan.
Dalam kegiatan tersebut, Pendamping PKH setempat memaparkan sejumlah strategi pengelolaan keuangan keluarga yang dipersiapkan khusus bagi ibu-ibu di wilayah Kecamatan Banjarnegara, terutama Kelurahan Parakancanggah. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman untuk membedakan kebutuhan dan keinginan, agar bantuan sosial yang diterima dapat diprioritaskan untuk pemenuhan gizi anak dan pendidikan, bukan untuk kebutuhan konsumtif.
Selain itu, peserta juga dibekali edukasi tentang pentingnya menabung secara rutin, meskipun dalam jumlah kecil, sebagai dana darurat untuk menghadapi kebutuhan mendesak yang tidak terduga. Materi lainnya adalah penguatan inovasi produk lokal, berupa pelatihan singkat pengemasan (packaging) jajanan tradisional agar memiliki nilai jual lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar digital.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan praktik bersama Penyuluh Agama Islam. Suasana semakin interaktif saat peserta mengikuti simulasi penyusunan anggaran bulanan. Para peserta diajak mempraktikkan pencatatan pengeluaran harian menggunakan buku saku khusus yang dibagikan oleh tim pendamping.
Salah satu peserta, Siti, mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti penyuluhan tersebut.
“Dulu saya sering bingung uang bantuan habis ke mana. Setelah penyuluhan ini, saya jadi paham cara membagi pos-pos keuangan untuk sekolah anak dan juga untuk modal usaha gorengan,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator PKH Kabupaten Banjarnegara menegaskan bahwa kegiatan penyuluhan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya nyata memutus rantai kemiskinan melalui perubahan pola pikir.
“Kami tidak ingin KPM selamanya bergantung pada bantuan. Melalui edukasi pengelolaan keuangan ini, kami berharap mereka mampu memiliki tabungan serta usaha yang berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui sinergi antara Penyuluh Agama Islam dan pendamping PKH, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Banjarnegara.
