Penyuluh Agama Islam Bersinergi dengan PKH, Dorong Kemandirian Keluarga Penerima Manfaat

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Banjarnegara, Sulistiyo, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan bekerja sama dengan Program Keluarga Harapan (PKH) pada Senin (09/02/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Balai Muslimin, Kelurahan Semampir, dan diikuti puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kegiatan bertajuk Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) ini difokuskan pada upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga prasejahtera melalui edukasi berkelanjutan, tidak hanya sebatas penyaluran bantuan sosial, tetapi juga penguatan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian ekonomi.

Para peserta yang mayoritas ibu-ibu tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Dalam sesi penyuluhan, pendamping PKH menyampaikan sejumlah materi penting, di antaranya edukasi kesehatan dan gizi untuk pencegahan stunting, pengelolaan keuangan keluarga agar bantuan dapat dimanfaatkan secara tepat guna, serta pola pengasuhan anak tanpa kekerasan.

Koordinator PKH setempat, Dhian, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong kemandirian keluarga penerima manfaat.
“Kami ingin bantuan ini menjadi stimulan. Melalui penyuluhan rutin, kami membekali ibu-ibu dengan pengetahuan dan keterampilan, sehingga suatu saat mereka siap lulus atau graduasi mandiri karena sudah berdaya secara ekonomi,” ujarnya.

Selain materi sosial dan ekonomi, Sulistiyo turut memberikan penyuluhan keagamaan sebagai penguatan spiritual. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai agama dalam membangun keluarga yang tangguh.
“Kegiatan ini juga untuk menambah wawasan keagamaan para penerima PKH agar dapat menjalani kehidupan sesuai nilai-nilai Islami, sehingga tercipta keluarga yang harmonis, mandiri, dan penuh keberkahan,” tuturnya.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif serta pemeriksaan administrasi kepesertaan guna memastikan bantuan tepat sasaran. Suasana kebersamaan dan gotong royong terlihat saat para peserta saling berbagi pengalaman dalam mengelola usaha kecil di sela aktivitas rumah tangga.

Melalui sinergi antara penyuluh agama dan PKH ini, diharapkan KPM tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi mampu menjadi pelaku utama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.