Banjarnegara (Humas) – Menyongsong datangnya bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan terus intensif melakukan pendampingan kepada masyarakat. Melalui Penyuluh Agama Islam, Sutrisno, bimbingan kepenyuluhan digelar di Majelis Taklim Miftahul Jannah, Desa Pagentan, pada Senin (9/2/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 25 jamaah ibu-ibu ini mengusung tema “Kiat Panen Pahala di Bulan Ramadan”. Suasana khidmat menyelimuti pertemuan tersebut saat para jamaah menyimak paparan mengenai persiapan diri, baik secara fisik maupun mental, guna memaksimalkan ibadah di bulan yang penuh ampunan.
Dalam penyuluhannya, Sutrisno menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum transformasi diri. Ia membagikan strategi praktis agar jamaah tidak kehilangan momen emas untuk mendulang pahala.
“Ramadan adalah ladang garapan bagi umat Muslim. Agar hasil panennya melimpah, kita harus menyiapkan benih keikhlasan dan pupuk istiqomah sejak sekarang. Jangan sampai kita memasuki Ramadan tanpa perencanaan ibadah yang matang,” ujar Sutrisno.
Ia juga menambahkan pentingnya memperbanyak sedekah dan tilawah Al-Qur’an sebagai amalan unggulan. Menurutnya, manajemen waktu yang baik antara urusan rumah tangga dan ibadah menjadi kunci bagi para ibu dalam meraih predikat takwa.
Kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat mendapat sambutan hangat. Pihak Majelis Taklim merasa sangat terbantu dengan adanya bimbingan rutin yang memberikan pencerahan terkait hukum-hukum fikih puasa maupun motivasi spiritual.
Satimah, selaku Pengurus Majelis Taklim Miftahul Jannah, menyampaikan rasa terima kasihnya atas ilmu yang dibagikan. Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut guna menjaga semangat belajar para jamaah.
“Kami sangat bersyukur Pak Sutrisno berkenan hadir memberikan arahan. Penjelasan beliau sangat mudah dipahami oleh ibu-ibu di sini. Dengan bekal ilmu ini, kami merasa lebih siap dan bersemangat menyambut Ramadan tahun ini agar tidak sia-sia,” ungkap Satimah di sela-sela kegiatan.
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab seputar problematika ibadah sehari-hari dan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta kelancaran ibadah di bulan puasa mendatang. Melalui giat ini, KUA Pagentan berharap kualitas kehidupan beragama di tingkat desa semakin kokoh dan harmonis.
(3S/azd)
