Banjarnegara (Humas) – Guna meningkatkan efektivitas pembinaan spiritual bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pagentan, melakukan koordinasi awal dengan Koordinator PKH Kecamatan Pagentan, Noviatun Salamah, di Sekretariat PKH Kecamatan Pagentan, Selasa pagi (21/10).
Koordinasi ini menjadi langkah awal sinergi antara dua sektor penting, yakni keagamaan dan sosial, untuk menghadirkan pendekatan pembinaan yang lebih menyentuh nilai spiritual, moral, serta tanggung jawab keluarga dalam mendidik anak-anak mereka.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas rencana kolaboratif antara Penyuluh Agama Islam dan Pendamping PKH dalam memberikan pembinaan keagamaan dan penguatan karakter bagi ibu-ibu KPM, yang rencananya akan dimulai bulan depan di beberapa desa sasaran.
“Kami menyambut baik inisiatif dari KUA Pagentan melalui para penyuluhnya. Pembinaan spiritual ini sangat penting agar bantuan yang diberikan lewat PKH tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga pada perubahan sikap dan pola pikir,” ujar Noviatun Salamah.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Syaiful Abidin menyampaikan bahwa peran penyuluh tidak hanya terbatas pada masjid atau majelis taklim, tetapi juga harus menyentuh kelompok masyarakat penerima bantuan agar mereka tidak hanya dibantu secara materi, tetapi juga rohaninya.
“InsyaAllah, jika keluarga diberi pemahaman agama yang baik, mereka akan lebih bersyukur, bertanggung jawab, dan mampu memanfaatkan bantuan dengan bijak,” ungkap Syaiful.
Hasil koordinasi ini akan dituangkan dalam jadwal bersama kegiatan kepenyuluhan yang akan melibatkan para pendamping PKH dan penyuluh agama di beberapa titik desa.
Kegiatan ini menjadi contoh sinergi lintas sektor yang konkret dalam rangka mewujudkan keluarga yang tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tapi juga maslahat secara spiritual dan sosial.
(an, azd)







