Penyuluh Agama Islam KUA Bawang Gelar Penyuluhan Pendidikan Anak dalam Kandungan Berbasis Al-Qur’an

Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan spiritual sejak dini, Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara, yaitu Istiva Zakiyah dan Fitriana Ahmad, melaksanakan kegiatan Bimbingan Penyuluhan Pendidikan Anak dalam Kandungan dengan Metode Al-Qur’an kepada peserta Kelas Ibu Hamil Desa Mantrianom. (15/10)

Kegiatan ini bertempat di Desa Mantrianom dan diikuti oleh para ibu hamil yang tergabung dalam program Kelas Ibu Hamil binaan Puskesmas Bawang 1 dan pemerintah desa setempat. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa pendidikan anak dimulai sejak dalam kandungan, salah satunya melalui pendekatan spiritual dengan membaca dan memperdengarkan ayat suci Al-Qur’an.

Dalam materi yang disampaikan, Istiva Zakiyah menjelaskan bahwa interaksi antara ibu dan janin memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang emosional dan spiritual anak. Menurutnya, Al-Qur’an bukan hanya sebagai petunjuk hidup, namun juga bisa menjadi sarana menanamkan nilai-nilai keimanan sejak dini.

“Dengan membiasakan membaca dan memperdengarkan Al-Qur’an selama kehamilan, ibu tidak hanya menenangkan diri sendiri, tetapi juga memberikan stimulasi positif bagi janin yang sedang berkembang,” jelas Istiva.

Sementara itu, Fitriana Ahmad menambahkan pentingnya membentuk lingkungan spiritual yang positif bagi ibu hamil, sebagai upaya mencetak generasi yang sehat secara jasmani dan rohani.

“Al-Qur’an adalah metode pendidikan terbaik. Dengan membacakan surat-surat tertentu seperti Al-Fatihah, Maryam, dan Luqman, ibu sudah menanamkan nilai kebaikan dalam jiwa anak,” terangnya.

Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif. Selain penyampaian materi, peserta juga diajak praktik langsung memperdengarkan bacaan murottal, serta membaca doa-doa khusus bagi ibu hamil. Acara ini turut didukung oleh bidan desa dan kader PKK, yang mendampingi jalannya kelas ibu hamil rutin.

Dengan kegiatan ini, diharapkan para ibu hamil di Desa Mantrianom semakin menyadari pentingnya pendidikan spiritual sejak awal kehidupan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam membentuk karakter anak yang unggul dan berakhlakul karimah.

(azd)

Skip to content