Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar Berikan Penguatan Spiritual bagi Pasien Puskesmas

Banjarnegara (Humas) — Dalam rangka meningkatkan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karangkobar melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani Islam (Bimrohis) bagi pasien dan keluarga pasien di Puskesmas Kecamatan Karangkobar, Selasa (20/1/2026).

Kegiatan Bimrohis ini dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Zuhri dan Adib sebagai wujud nyata kehadiran negara melalui Kementerian Agama dalam memberikan pendampingan spiritual, khususnya kepada masyarakat yang sedang menghadapi ujian kesehatan. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan ketenangan batin, menguatkan keimanan, serta menumbuhkan sikap sabar dan tawakal kepada Allah Swt.

Dalam pelaksanaannya, para penyuluh agama secara langsung mendatangi pasien yang sedang menjalani perawatan. Penyuluh memanjatkan doa bersama agar para pasien segera diberikan kesembuhan, kesehatan, serta kekuatan lahir dan batin. Selain itu, penyuluh juga menyampaikan nasihat keagamaan dan motivasi kepada keluarga pasien agar tetap sabar, ikhlas, dan terus berikhtiar dalam menghadapi ujian dari Allah Swt.

Penyuluh Agama Islam Adib menyampaikan bahwa kegiatan Bimrohis merupakan bagian dari pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan spiritual masyarakat.

“Pendampingan rohani ini diharapkan dapat memberikan ketenangan jiwa bagi pasien dan keluarganya. Dengan hati yang tenang dan iman yang kuat, insyaallah proses pengobatan akan dijalani dengan lebih sabar dan optimis,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Penyuluh Agama Islam Zuhri menegaskan pentingnya sinergi antara ikhtiar medis dan ikhtiar spiritual.

“Selain berobat secara medis, doa dan pendekatan spiritual juga sangat penting. Melalui Bimrohis ini, kami ingin menguatkan keyakinan bahwa setiap ujian pasti disertai hikmah dan pertolongan Allah Swt,” ujarnya.

Sebanyak 8 orang pasien beserta keluarga mengikuti kegiatan Bimrohis ini. Suasana kegiatan berlangsung khidmat, penuh kehangatan, dan kekeluargaan. Kehadiran penyuluh agama dirasakan memberikan dampak positif, karena pasien dan keluarga tidak hanya mendapatkan perawatan medis, tetapi juga pendampingan rohani yang menenangkan jiwa.

Keluarga pasien menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta doa yang diberikan oleh penyuluh agama. Mereka mengaku merasa lebih tenang dan termotivasi setelah mengikuti kegiatan Bimrohis tersebut, serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung proses penyembuhan pasien sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan di tengah masyarakat. Kegiatan Bimrohis ini juga menjadi bagian dari sinergi antara layanan kesehatan dan layanan keagamaan dalam mewujudkan pelayanan publik yang holistik dan humanis.

(az, azd)