Banjarnegara (Humas) — Dalam rangka melaksanakan pembinaan keagamaan kepada generasi muda, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Mandiraja, Dian Setiadi, melaksanakan kegiatan pembinaan di TPQ Daarul Mukhlisin pada Kamis (4/6/26) dengan materi “Menjadi Generasi Qurani di Era Digital”. Kegiatan tersebut diikuti oleh para santri dengan penuh semangat dan antusias.
Dalam penyampaiannya, Dian Setiadi menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan penggunaan gawai telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak dan remaja. Oleh karena itu, para santri perlu dibekali pemahaman agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif yang dapat mengganggu proses belajar maupun ibadah.
Menurutnya, teknologi dapat menjadi sarana yang bermanfaat apabila digunakan untuk menambah ilmu pengetahuan, mempelajari Al-Qur’an, mendengarkan kajian keislaman, serta mempererat silaturahmi. Namun sebaliknya, penggunaan gawai yang berlebihan juga dapat mengurangi waktu belajar, ibadah, dan interaksi sosial secara langsung.
“Anak-anak harus menjadi generasi Qurani yang mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat. Jangan sampai waktu habis hanya untuk bermain game atau melihat konten yang tidak memberikan manfaat,” ujar Dian Setiadi.
Selain memberikan materi, Dian juga mengajak para santri berdiskusi mengenai pengalaman mereka dalam menggunakan telepon genggam dan media sosial. Melalui pendekatan interaktif tersebut, para santri diajak memahami pentingnya mengatur waktu antara belajar, beribadah, membantu orang tua, dan menggunakan teknologi.
Ia menambahkan bahwa generasi Qurani tidak hanya ditandai dengan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berinteraksi di dunia digital.
“Media sosial harus digunakan untuk menyebarkan kebaikan, menjaga sopan santun, dan menghindari perkataan yang dapat menyakiti orang lain. Akhlak seorang muslim harus tetap dijaga, baik di dunia nyata maupun di dunia digital,” tambahnya.
Para santri tampak aktif mengikuti kegiatan dan menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan. Suasana pembinaan berlangsung hangat dan komunikatif sehingga materi dapat diterima dengan baik oleh peserta.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para santri TPQ Daarul Mukhlisin mampu menjadi generasi Qurani yang cerdas, berakhlak mulia, serta bijak dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran, ibadah, dan aktivitas positif lainnya.
(m/azd)







