Banjarnegara (Humas) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak bencana alam, tiga Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan melakukan kunjungan lapangan dan assessment di Dusun Kaliglagah, Desa Gumingsir, Kabupaten Banjarnegara, pada Kamis (22/1/2026).
Ketiga penyuluh tersebut, yakni M. Syaiful Abidin, Sutrisno, dan Alfiana Nurhidayah, mendatangi Pos Komando (Posko) Bencana yang dikelola oleh BPBD Banjarnegara. Kehadiran mereka bertujuan untuk memetakan kebutuhan warga, khususnya dari sisi pendampingan mental dan pemenuhan kebutuhan spiritual di pengungsian.
Bencana tanah bergerak yang melanda Dusun Kaliglagah dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data di lapangan, tercatat sebanyak 22 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari retakan pada dinding hingga kerusakan struktur bangunan yang cukup masif.
Kepala Desa Gumingsir, Bejo Suroso, menjelaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama saat ini. Ia mengonfirmasi bahwa sebagian besar warga yang berada di zona bahaya kini telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
“Saat ini, sebanyak 27 Kepala Keluarga (KK) dengan total 66 jiwa telah mengungsi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi pergerakan tanah susulan yang bisa terjadi kapan saja, terutama saat intensitas hujan tinggi,” ujar Bejo Suroso saat ditemui di posko pengungsian.
Dalam kunjungannya, M. Syaiful Abidin menekankan bahwa penanganan bencana tidak hanya soal logistik fisik, tetapi juga ketahanan mental dan iman. Tim penyuluh berupaya memberikan penguatan bagi para pengungsi agar tetap sabar dan tawakal menghadapi ujian ini.
“Kami hadir untuk memastikan kondisi psikis warga tetap terjaga. Selain melakukan pendataan untuk bantuan lebih lanjut, kami juga memberikan penguatan spiritual. Di tengah situasi sulit seperti ini, menjaga ketenangan hati dan kedekatan dengan Sang Pencipta adalah modal utama untuk bangkit,” ungkap M. Syaiful Abidin.
Ketiga penyuluh tersebut berencana akan menjadwalkan pendampingan rutin, seperti bimbingan keagamaan singkat dan trauma healing bagi anak-anak dan lansia di pengungsian. Sinergi antara KUA, BPBD, dan Pemerintah Desa diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan bagi warga Dusun Kaliglagah.
(msa/azd)
