Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara, Anugrah Windu Setianingsih melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama di kelompok binaan wali murid TK RA Perwanida Purwonegoro, pada Selasa (21/10).
Kegiatan yang mengangkat tema “Membentuk Karakter Anak Melalui Semangat Hari Santri” ini diikuti oleh 50 murid dan 50 wali murid, bertempat di halaman TK RA Perwanida Purwonegoro. Suasana kegiatan berlangsung semarak dan penuh keceriaan, seiring dengan antusiasme anak-anak serta keaktifan para wali murid dalam mengikuti rangkaian acara yang bernuansa islami tersebut.
Dalam kesempatan itu, Anugrah Windu Setianingsih menyampaikan pentingnya momentum Hari Santri sebagai ajang untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan semangat perjuangan kepada generasi muda sejak usia dini. Menurutnya, karakter anak yang kuat, berakhlak, dan cinta tanah air harus dibentuk melalui keteladanan orang tua dan lingkungan yang religius.
“Semangat Hari Santri bukan hanya untuk para santri di pesantren, tetapi juga untuk seluruh anak bangsa. Melalui nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan cinta agama yang dimiliki para santri, kita dapat membentuk karakter anak yang tangguh, berakhlakul karimah, dan berjiwa cinta tanah air,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa peran orang tua, khususnya para ibu, sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual dalam keseharian anak. Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah, dengan membiasakan anak untuk berdoa, berkata sopan, menghormati guru dan orang tua, serta membiasakan hidup bersih dan disiplin.
Selain memberikan motivasi kepada wali murid, Anugrah juga mengajak anak-anak untuk meneladani sikap para santri zaman dahulu yang gigih menuntut ilmu dan berjuang demi agama dan bangsa. Ia menegaskan bahwa semangat santri harus hidup di setiap diri anak-anak Indonesia agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, religius, dan berakhlak mulia.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa menjadi santri bukan hanya soal berpakaian sarung dan peci, tapi bagaimana memiliki hati yang cinta ilmu, cinta Al-Qur’an, dan berani membela kebenaran. Itulah semangat sejati Hari Santri,” tambahnya.Dengan kegiatan bimbingan penyuluhan ini, diharapkan para wali murid semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam membangun pondasi karakter islami anak sejak dini. Momentum Hari Santri Nasional menjadi pengingat bahwa semangat santri harus terus hidup dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa, agar lahir generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.
(rp, azd)







