Penyuluh Agama Islam Mandiraja Sampaikan Tafsir Surat Al Anfal Ayat 37 di TPQ Daarul Mukhlisin Blimbing

Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja, Dian Setiadi, mengadakan penyuluhan kepada masyarakat dengan menyampaikan kajian tafsir Surat Al Anfal ayat 37 di TPQ Daarul Mukhlisin pada Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menjaga Kemurnian Hati di Tengah Riuhnya Dunia” yang diikuti para santri dan jamaah dengan penuh antusias.

Dalam ceramahnya, Dian Setiadi menjelaskan bahwa Surat Al Anfal ayat 37 mengandung pesan penting mengenai pemisahan antara yang baik dan yang buruk, sekaligus mengingatkan manusia agar tetap menjaga hati dari pengaruh negatif kehidupan dunia. Menurutnya, hati yang bersih akan memudahkan seseorang dalam menerima petunjuk dan menjalani kehidupan dengan penuh ketenangan.

Ia juga mengajak para santri untuk membiasakan diri menjaga akhlak, memperbanyak ibadah, dan menjauhi perilaku yang dapat mengotori hati seperti iri, dengki, maupun perbuatan buruk lainnya. Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, menjaga hati dinilai menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi generasi muda.

“Di tengah riuhnya kehidupan dunia, hati harus tetap dijaga agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif. Hati yang bersih akan melahirkan perilaku yang baik dan mendekatkan kita kepada Allah Swt,” ujar Dian Setiadi dalam ceramahnya.

Selain menyampaikan tafsir ayat, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab ringan bersama para santri. Suasana kajian berlangsung hangat dan interaktif sehingga materi dapat dipahami dengan mudah oleh peserta yang hadir.

Salah satu pengurus TPQ Daarul Mukhlisin, Ahmad Fauzi, menyampaikan apresiasi atas materi yang disampaikan karena dinilai sangat relevan dengan kondisi kehidupan saat ini. Ceramah tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi kepada para santri untuk lebih memperhatikan kebersihan hati dan meningkatkan kualitas ibadah.

“Kajian ini sangat bermanfaat bagi anak-anak dan jamaah. Materinya sederhana tetapi memiliki makna mendalam tentang pentingnya menjaga hati dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ahmad Fauzi.Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh kekhidmatan. Melalui pembinaan dan penyuluhan agama yang rutin dilakukan, diharapkan para santri dan masyarakat semakin memiliki pemahaman keagamaan yang baik serta mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

(m/azd)

Skip to content