Banjarnegara (Humas) – Aura spiritual menyelimuti Majelis Taklim Tarbiyatun Nisa Blimbing ketika Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja, Dian Setiadi, hadir memberikan pencerahan melalui penyuluhan tafsir Surat Al-A’raf ayat 100. Dengan gaya khasnya yang tenang namun berwibawa, Dian Setiadi berhasil menyihir perhatian jamaah hingga akhir acara. (9/10)
Ayat yang dibahas menggugah kesadaran tentang peringatan Allah terhadap umat yang lalai dan sombong setelah mendapatkan nikmat serta petunjuk-Nya. Dalam penyampaiannya, Dian menekankan pentingnya membaca ayat Al-Qur’an tidak hanya dengan lisan, tetapi juga dengan hati dan kesadaran spiritual.
“Allah telah memberi kita banyak contoh dari umat terdahulu. Jangan sampai kita jatuh dalam kesalahan yang sama — mengabaikan kebenaran, lalai dalam ibadah, dan sombong terhadap nikmat yang diberikan,” ungkap Dian dengan nada tegas namun menyentuh.
Suasana majelis tampak hening dan haru. Para jamaah, sebagian besar ibu-ibu pengajian, menyimak dengan penuh perhatian. Beberapa bahkan meneteskan air mata saat Dian mengaitkan tafsir ayat tersebut dengan fenomena kehidupan modern — ketika manusia sering lupa bersyukur dan menjauh dari nilai-nilai agama.
Ketua Majelis Taklim, Ibu Khotimah, memberikan apresiasi tinggi atas penyuluhan yang penuh makna ini.
“Kami merasa tersentuh. Tafsir yang disampaikan Pak Dian bukan sekadar teori, tapi benar-benar menyentuh realitas hidup kami sehari-hari. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya penuh haru.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan rutin Penyuluh Agama Islam Mandiraja dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di kalangan masyarakat. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan umat semakin sadar akan pentingnya menjaga iman dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Acara ditutup dengan doa bersama dan lantunan sholawat yang menggema di seluruh ruangan, menambah kesejukan hati para jamaah.
Majelis Taklim Tarbiyatun Nisa Blimbing hari ini menjadi saksi bagaimana ayat suci mampu menggugah kesadaran, membangkitkan semangat, dan menghidupkan kembali jiwa-jiwa yang haus akan hidayah. (ds/ azd)







