Banjarnegara (Humas) – Dua Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum yaitu Efatun Vaizah dan Sudarno, kembali melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi para wali murid TK Raudhothul Athfal (RA) Getas. Acara tersebut digelar di Masjid At-Taqwa Getas yang berlokasi tepat di sebelah TK sehingga kegiatan dapat berlangsung tanpa mengganggu proses belajar mengajar anak-anak. (04/11)
Kegiatan dimulai pukul 08.00 hingga 09.30 WIB pada hari Selasa (4/11) dan dihadiri oleh 15 wali murid. Suasana penyuluhan berlangsung khidmat dan interaktif, dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang sebagian besar merupakan orang tua murid kelas A.
Dalam penyuluhan kali ini, Efatun Vaizah dan Sudarno membawakan materi bertema “Pembiasaan Salat Anak Sejak Dini”. Keduanya menekankan bahwa pembiasaan ibadah salat sejak usia dini menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter religius anak.
“Anak-anak belajar dari contoh. Ketika orang tua rutin salat tepat waktu dan mengajak anak bersama, maka nilai-nilai disiplin dan ketaatan itu akan tertanam secara alami,” ujar Efatun Vaizah dalam paparannya.
Sementara itu, Sudarno menambahkan pentingnya pendekatan yang menyenangkan dalam mengenalkan ibadah kepada anak-anak.
“Salat tidak boleh menjadi beban bagi anak. Kita bisa mengenalkannya lewat cerita, permainan, atau membiasakan mereka mendengar adzan dan ikut berjamaah. Yang terpenting, orang tua memberi teladan,” ungkapnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi ringan dan tanya jawab, di mana para wali murid berbagi pengalaman dan kendala dalam membimbing anak untuk rajin salat di rumah. Penyuluh memberikan solusi praktis, seperti membuat jadwal salat bersama keluarga, memberi apresiasi kecil untuk anak yang salat tepat waktu, hingga membiasakan doa sebelum dan sesudah beraktivitas.
Kepala TK RA Getas, yang turut hadir mendampingi kegiatan, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif penyuluh agama tersebut.
“Kami merasa sangat terbantu. Pembiasaan salat sejak dini sejalan dengan visi RA kami dalam menanamkan nilai-nilai Islami kepada anak-anak sejak usia dini,” ujarnya.
Melalui kegiatan rutin seperti ini, diharapkan para wali murid semakin memahami peran penting mereka dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak, bukan hanya di sekolah, tetapi terutama di lingkungan keluarga.
(ev/ azd)







