KUA Redam Konflik Rumah Tangga, Suami Istri Sepakat Saling Memaafkan dan Memperbaiki Diri

Banjarnegara (Humas) –  Sepasang suami istri berinisial S (27) dan A (30) datang ke Kantor Urusan Agama (KUA) Karangkobar untuk berkonsultasi terkait permasalahan rumah tangga mereka pada senin (3/10). Setelah tujuh tahun membina rumah tangga dan dikaruniai seorang putri berusia enam tahun, hubungan keduanya mengalami ketegangan.

Dalam suasana awal yang cukup emosional, sang istri sempat mengungkapkan keinginan untuk mengetahui cara mengajukan perceraian karena merasa suaminya kurang terbuka dalam masalah keuangan, sering meminjamkan uang kepada teman tanpa sepengetahuannya, serta merasa cemburu karena kedekatan suami dengan teman wanita.

Sementara itu, sang suami mengakui bahwa dirinya memang kurang berkomunikasi karena sibuk bekerja dan tidak terbuka tentang keuangan lantaran tidak ingin membebani istrinya. Ia juga berharap lebih dihargai dan dihormati saat memberikan nasihat.

Proses penasihatan dilakukan secara mendalam oleh Kepala KUA Karangkobar, H. Amat Maskuri, bersama Penyuluh Agama Islam, Duwi Rohmah dan Adib. 

Duwi Rohmah memberikan ruang bagi istri untuk menenangkan diri dan menyampaikan perasaannya dengan jujur, sementara Adib membantu suami memahami pentingnya komunikasi terbuka dan penghargaan dalam rumah tangga.

Dalam arahannya, H. Amat Maskuri menegaskan bahwa setiap manusia pasti memiliki kekurangan. “Yang penting bagaimana pasangan saling menerima, menutupi kekurangan satu sama lain, dan menjaga kehormatan keluarga. Aib pasangan adalah bagian yang harus dijaga bersama,” ungkapnya.

Penyuluh Duwi Rohmah menambahkan, “Perlakukan pasangan sebagaimana kita ingin diperlakukan — dengan lembut, hormat, dan kasih sayang.”

Sementara Adib mengingatkan, “Komunikasi yang baik akan menjadi jembatan penguat cinta, bukan pemicu pertengkaran.”

Setelah melalui dialog penuh kehangatan dan doa bersama, pasangan tersebut akhirnya sepakat untuk saling memaafkan, memperbaiki diri, serta menjaga keterbukaan dan keharmonisan rumah tangga.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin Kepala KUA, memohon agar rumah tangga keduanya senantiasa diberkahi Allah Swt. dan menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Skip to content