Penyuluh Agama Islam Mandiraja Lakukan Kunjungan Studi Tiru ke KUA Pandanarum: Perkuat Literasi Digital dan Silaturahmi Antar-Kecamatan

Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka meningkatkan kapasitas penyuluh agama dalam bidang publikasi dan literasi digital, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja melaksanakan kegiatan studi tiru ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pandanarum. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah penyuluh fungsional dari Mandiraja, yang disambut langsung oleh Kepala KUA Pandanarum yang baru yaitu Muthalib.

Kunjungan tersebut berfokus pada pembelajaran praktik pembuatan berita, dokumentasi kegiatan keagamaan, serta tata cara publikasi di media digital dan portal resmi Kementerian Agama khususnya Banjarnegara. Melalui studi tiru ini, para penyuluh diharapkan memiliki kemampuan untuk menyusun berita yang akurat, bernilai positif, dan berperspektif moderasi beragama, sehingga mampu mendukung misi Kemenag dalam memperkuat citra positif lembaga di ruang publik digital.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, memperkuat jejaring komunikasi, serta membangun kolaborasi lintas wilayah antara KUA Pandanarum dan Penyuluh Agama Islam Mandiraja.

Dalam sambutannya, Muthalib mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas inisiatif kunjungan tersebut. Ia menilai, kegiatan semacam ini menjadi sarana penting untuk saling belajar dan bertukar pengalaman, terutama di era digital yang menuntut aparatur Kementerian Agama untuk adaptif dan kreatif dalam menyampaikan informasi.

“Kami sangat berbahagia menerima kunjungan rekan-rekan penyuluh dari Mandiraja. Studi tiru ini bukan sekadar ajang belajar, tetapi juga bentuk sinergi dalam memperkuat layanan keagamaan dan pemberitaan positif di internet. KUA Pandanarum berkomitmen untuk terus membuka diri bagi siapa pun yang ingin belajar dan berbagi praktik baik,” ujar Muthalib.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja yaitu Hendriyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara agar setiap penyuluh mampu aktif dalam publikasi kegiatan dan pemberitaan positif di media daring.

“Kami menyadari bahwa di era digital, penyuluh agama tidak hanya bertugas di lapangan, tetapi juga harus mampu menjadi duta informasi positif. Melalui kegiatan ini, kami belajar langsung bagaimana KUA Pandanarum mengelola publikasi kegiatan dengan baik, mulai dari penulisan berita, dokumentasi, hingga penyebarannya di media sosial dan website,” ungkapnya

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk komunitas penyuluh dan pegawai KUA yang cakap digital, produktif dalam publikasi, serta konsisten menebarkan nilai-nilai moderasi beragama di dunia maya. 

(ev/ azd)

Skip to content